SUMATERA UTARA — Pembangunan RSUD KH Muhammad Thohir menggunakan skema design and build, yang memungkinkan proses perencanaan dan konstruksi berjalan simultan. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menyatakan proyek ini tidak sekadar membangun gedung, tetapi menghadirkan infrastruktur kesehatan yang representatif bagi masyarakat setempat.
"Proyek ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur kesehatan yang modern dan representatif, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat Pesisir Barat," ujar Joko dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Agar target 290 hari terpenuhi, PTPP menerapkan sejumlah teknologi konstruksi. Di lapangan, perusahaan pelat merah ini menggunakan carmix dan batch pump untuk menjamin ketersediaan beton secara efisien. Selain itu, teknologi Hollow Core Slab (HCS) dimanfaatkan untuk mempercepat proses konstruksi lantai bangunan tanpa mengorbankan kualitas.
Penggunaan HCS memungkinkan pelat beton pracetak dipasang langsung, sehingga mengurangi waktu pengecoran konvensional. Langkah ini krusial mengingat lokasi proyek berada di Krui, yang akses logistiknya tidak semudah di kota besar.
Sebelumnya, warga Pesisir Barat kerap harus menempuh perjalanan jauh ke kota tetangga untuk mendapatkan layanan rumah sakit yang memadai. Dengan beroperasinya RSUD KH Muhammad Thohir, waktu tempuh pasien untuk mendapatkan penanganan darurat dipangkas secara signifikan. Fasilitas ini juga membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kesehatan lokal.
Proyek ini menjadi salah satu dari sekian banyak kontrak konstruksi yang dikerjakan PTPP di sektor fasilitas publik. Hingga saat ini, perseroan masih menggarap sejumlah proyek strategis nasional lainnya di berbagai daerah.