MEDAN — Tim Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Mitra Plasma Provinsi Sumatera Utara memutuskan kenaikan harga untuk periode 10–16 Juni 2026. Kenaikan ini terjadi pada semua kelompok umur tanaman, dengan kenaikan tertinggi tercatat pada kelompok umur 10–20 tahun yang menjadi acuan utama produktivitas.
Untuk tanaman pada rentang umur 10–20 tahun, harga TBS naik Rp268,96 per kilogram. Dari sebelumnya Rp3.451,13 per kilogram menjadi Rp3.720,09 per kilogram. Tanaman pada kelompok umur ini dianggap memiliki rendemen dan produktivitas optimal.
Tanaman yang lebih muda juga ikut menikmati kenaikan. TBS umur 3 tahun naik menjadi Rp3.126,90 per kilogram, sementara umur 4 tahun naik menjadi Rp3.333,33 per kilogram. Kenaikan juga terjadi merata hingga tanaman berusia 9 tahun yang mencapai Rp3.689,60 per kilogram.
Kenaikan harga TBS ini tidak terlepas dari penguatan harga CPO dan kernel di pasar. Dalam Berita Acara Penetapan Harga yang diterbitkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara pada 10 Juni 2026, rata-rata harga CPO lokal dan ekspor ditetapkan sebesar Rp15.017,56 per kilogram. Sementara harga kernel lokal mencapai Rp12.365,29 per kilogram.
Faktor K yang digunakan dalam formula penetapan harga periode ini sebesar 93,03 persen. Angka ini menjadi salah satu komponen yang menentukan besaran harga yang diterima petani plasma.
Tanaman yang sudah memasuki usia lebih dari 20 tahun juga mencatat kenaikan, meskipun produktivitasnya cenderung menurun. Untuk tanaman umur 21 tahun, harga naik menjadi Rp3.722,88 per kilogram. Sementara itu, tanaman pada rentang umur 24 hingga 30 tahun mengalami kenaikan antara Rp209,17 hingga Rp248,33 per kilogram.
Tanaman umur 30 tahun masih dihargai Rp3.173,08 per kilogram. Angka ini tetap lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, menunjukkan bahwa penguatan harga CPO dan kernel memberikan dampak positif bagi seluruh petani plasma tanpa terkecuali.
Kenaikan harga TBS ini menjadi angin segar bagi petani mitra plasma di Sumatera Utara. Dengan harga CPO yang masih kuat dan kernel yang stabil, pendapatan petani pada periode Juni 2026 diproyeksikan meningkat dibandingkan pekan sebelumnya.