Regulator keuangan Filipina menutup celah bagi bursa kripto terbesar dunia itu untuk kembali masuk pasar. BSP secara eksplisit menyatakan bahwa izin yang diterbitkan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) melalui program StratBox tidak menggantikan kewajiban memiliki lisensi VASP dari bank sentral. Artinya, Binance dan BlockShoals harus memenuhi dua rezim regulasi secara terpisah jika ingin melayani pengguna Filipina.
Pada November lalu, BlockShoals—perusahaan teknologi finansial lokal—mendapatkan persetujuan awal SEC untuk mengikuti StratBox, sebuah lingkungan pengawasan terbatas bagi perusahaan fintech dan kripto. Binance kemudian mengumumkan kemitraan dengan BlockShoals pada bulan lalu sebagai strategi re-entry ke Filipina.
Namun BSP bergerak cepat mengklarifikasi posisinya. Partisipasi dalam sandbox, menurut bank sentral, hanyalah kesempatan untuk menguji layanan dalam skala kecil dan diawasi. Lisensi VASP adalah prasyarat terpisah yang mutlak diperlukan untuk memfasilitasi jalur pembayaran dan transaksi kripto.