SUMATERA UTARA — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, mengatakan IKN dirancang sebagai laboratorium hidup bagi inovasi teknologi. "Ibu Kota Nusantara dirancang untuk menjadi laboratorium hidup bagi teknologi masa depan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Uji Coba Kendaraan Otonom hingga Layanan Publik Berbasis AI
Berbagai teknologi canggih akan diuji dan diterapkan secara terintegrasi di IKN. Mulai dari kendaraan otonom, sistem energi pintar, hingga layanan publik berbasis kecerdasan buatan (AI) yang inklusif.
Nezar menekankan bahwa IKN tidak sekadar menjadi pusat pemerintahan baru. Kawasan ini juga berfungsi sebagai etalase transformasi digital yang berorientasi pada efisiensi layanan dan daya saing ekonomi.
Balikpapan Disiapkan sebagai Penyangga Digital Utama
Selain IKN, pemerintah mempersiapkan Balikpapan sebagai gerbang digital utama menuju kawasan tersebut. Kota itu akan memiliki standar layanan publik yang terintegrasi dan setara untuk mendukung mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi.
"Balikpapan sebagai gerbang utama IKN memegang peran yang sangat penting sebagai penyangga digital," sambung Nezar.
Rendahnya Peringkat Daya Saing Digital Jadi Pemicu Akselerasi
Percepatan transformasi digital dinilai mendesak setelah rilis IMD World Digital Competitiveness Ranking 2025. Indonesia masih menghadapi tantangan pada aspek kesiapan teknologi dan penguatan sumber daya manusia (SDM) digital.
Dua faktor itu dianggap krusial untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi nasional. Karena itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) memperkuat kapasitas para pemimpin pemerintahan melalui Program Digital Leadership Academy (DLA).
Digital Leadership Academy Bekali Pejabat dengan Kompetensi Siber
Program DLA membekali peserta dengan kompetensi terkait AI, keamanan siber, komputasi awan, hingga integrasi data lintas instansi. Nezar menegaskan transformasi digital tidak cukup hanya melalui pembangunan aplikasi atau infrastruktur teknologi.
"Perubahan pola pikir dalam menyelesaikan masalah dan memberikan layanan publik menjadi faktor utama keberhasilan digitalisasi serta penciptaan nilai ekonomi jangka panjang," ujarnya.