Pemerintah AS Paksa Anthropic Tarik Model AI Keamanan Siber Terbaru, Industri Teknologi Waswas

Penulis: Tengku Syafri  •  Selasa, 16 Juni 2026 | 09:54:31 WIB
Pemerintah AS memaksa Anthropic menarik model AI Fable 5 dan Mythos 5 demi kepatuhan aturan ekspor.

Pada Jumat pekan lalu, Departemen Perdagangan AS mengirimkan surat pemberitahuan kepada Anthropic yang memicu kekacauan. Surat itu menyebutkan sebuah aturan kontrol ekspor yang tidak jelas, yang melarang warga negara non-AS—termasuk karyawan Anthropic sendiri—untuk mengakses model Fable 5 dan Mythos 5. Alasan yang diberikan hanya “kepentingan keamanan nasional” tanpa detail teknis yang memadai.

Anthropic, yang tidak punya banyak pilihan, langsung mematikan akses ke kedua model tersebut untuk semua pelanggan. Langkah ini dilakukan demi memastikan kepatuhan penuh terhadap perintah yang tidak disertai pengawasan pengadilan. Dalam sekejap, pemerintah AS membuktikan bahwa mereka bisa mematikan produk teknologi paling canggih sekalipun tanpa proses hukum yang panjang.

Bukan Soal Celah Keamanan, Melainkan Dendam Politik?

Yang menarik, dugaan awal bahwa penarikan ini terkait dengan “AI jailbreak” atau celah pengamanan mulai runtuh. Katie Moussouris, pendiri Luta Security dan veteran keamanan siber, mengungkapkan bahwa Anthropic sempat meminta pendapatnya mengenai sebuah makalah teknis yang ditulis peneliti keamanan dari Amazon. Makalah itu menggambarkan bagaimana peneliti bisa melewati batasan pengamanan (guardrails) di model Fable 5.

Namun, Moussouris dengan tegas menyatakan bahwa temuan dalam makalah tersebut “tidak seharusnya memicu kontrol ekspor.” Menurutnya, perbedaan antara meminta AI untuk “meninjau kode untuk masalah keamanan” dan “memperbaiki kode ini” sangat tipis, dan hasil akhirnya hampir sama. “Perilaku yang dijelaskan dalam makalah itu tidak bisa diperbaiki secara berarti, dan upaya apa pun hanya akan melemahkan model untuk pertahanan,” tulisnya.

Kritik Moussouris ini didukung oleh puluhan pakar keamanan siber lainnya. Mereka menyebut langkah pemerintah AS sebagai tindakan yang tergesa-gesa, berat sebelah, dan berbahaya karena justru melucuti kemampuan pertahanan siber di dalam negeri.

Peringatan Keras untuk Seluruh Industri Teknologi AS

Axios melaporkan bahwa ketegangan antara Anthropic dan pemerintahan Trump lebih disebabkan oleh “perbedaan kepribadian” ketimbang masalah teknis pada produk AI. Justin Hendrix, editor Tech Policy Press, menilai langkah ini akan “memicu alarm di ibu kota-ibu kota asing tentang keandalan AI Amerika untuk aplikasi kritis.”

Pesan yang ingin disampaikan pemerintahan Trump sangat gamblang: patuh, atau kami bisa menutup produk Anda kapan saja. Belum ada konfirmasi resmi apakah keputusan ini dipicu oleh laporan yang salah dibaca, tekanan dari CEO Amazon Andy Jassy, atau sekadar cara untuk menekan Anthropic yang hubungannya dengan pemerintah sudah renggang.

Yang jelas, preseden berbahaya telah terbentuk. Kali ini pemerintah menekan Anthropic, besok bisa jadi perusahaan rintisan AI asal Indonesia atau startup teknologi lainnya yang menjadi sasaran. Industri teknologi global kini harus hidup dengan bayang-bayang intervensi politik yang tidak bisa ditebak.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: techcrunch.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top