SUMATERA UTARA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat 1,04 derajat lintang selatan dan 120,23 derajat bujur timur. Episentrum gempa berlokasi sekitar 42 kilometer tenggara Palu dengan kedalaman dangkal, hanya 10 kilometer.
Meski BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, getarannya terasa hingga ke Kabupaten Sigi, Donggala, dan Tojo Una-Una. Warga di sejumlah daerah tersebut berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Kepanikan paling terlihat di RS Samaritan. Sejumlah pasien yang tengah menjalani perawatan langsung dievakuasi menggunakan kursi roda dan tempat tidur menuju halaman rumah sakit.
"Kami berlarian keluar karena guncangannya sangat terasa," ujar Salam, seorang warga yang sedang berada di RS, kepada Antara.
Halaman rumah sakit dalam seketika dipenuhi pasien, keluarga pasien, dan pengunjung yang memilih bertahan di luar bangunan. Petugas rumah sakit berupaya mengarahkan proses evakuasi agar berlangsung tertib dan memastikan seluruh pasien tetap aman dari potensi gempa susulan.
Gempa dengan kekuatan signifikan ini terjadi di wilayah yang masih memiliki trauma mendalam terhadap bencana gempa dan tsunami 2018 silam. Kedalaman dangkal 10 kilometer membuat guncangan di permukaan terasa lebih kuat dan meluas.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa dan selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi susulan.