Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H: Guru Besar UINSU Serukan Penguatan Kehidupan Sosial dan Kerukunan di Tengah Masyarakat Majemuk

Penulis: Said Fauzi  •  Rabu, 17 Juni 2026 | 16:31:31 WIB
Prof Ansari menekankan pentingnya penguatan kerukunan dalam masyarakat majemuk pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H.

MEDAN — Sebagai kelompok mayoritas, umat Islam memikul tanggung jawab besar menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum meningkatkan jiwa kebangsaan. Prof Ansari mengingatkan, kehidupan Rasulullah SAW di Madinah adalah bukti nyata bagaimana perbedaan suku dan agama justru melahirkan kekuatan sosial.

Hikmah Hijrah: Dari Makkah ke Madinah untuk Kehidupan Sosial yang Lebih Baik

"Umat Islam yang mampu mengambil hikmah dari peristiwa hijrah Rasulullah akan memiliki sikap menerima dan menghargai perbedaan," ujar Prof Ansari yang juga Pendiri Transitif Learning Society.

Menurutnya, kehidupan masyarakat pada masa Rasulullah menunjukkan bahwa perbedaan dapat melahirkan masyarakat madani yang majemuk dan saling menghargai. Dengan demikian, ia optimistis kerukunan, kedamaian, serta kesejahteraan masyarakat di Indonesia dapat terwujud.

Perubahan Kebijakan: Harapan pada Pemerintahan Prabowo untuk Kesejahteraan

Guru besar UINSU itu mengaitkan semangat hijrah dengan arah kebijakan nasional. Ia menilai perubahan yang dilakukan pemimpin berdampak luas bagi masyarakat. Oleh karena itu, ia mendorong agar kebijakan yang diambil selalu berpihak kepada masyarakat kecil.

Ansari menyebut sejumlah kebijakan Pemerintah Indonesia saat ini, termasuk yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto, telah diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan. "Sudah ada berbagai perubahan kebijakan, seperti upaya mengoptimalkan pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Ini merupakan perubahan yang cukup signifikan," katanya.

Pesan untuk Pemangku Kepentingan: Berpedoman pada Konstitusi dan UUD 1945

Ia berharap berbagai kebijakan tersebut sejalan dengan semangat hijrah, sekaligus tetap berpedoman pada konstitusi dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Perubahan yang diharapkan bukan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat, tetapi juga para pemangku kepentingan di negeri ini.

Dengan demikian, Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah diharapkan menjadi titik awal bagi seluruh elemen bangsa untuk terus memperkuat kehidupan sosial dan mewujudkan kesejahteraan bersama.

Reporter: Said Fauzi
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top