BMKG Peringatkan Hujan Lebat di 7 Kabupaten Kota Sumut, Warga Deli Serdang dan Medan Diminta Waspada

Penulis: Tengku Syafri  •  Jumat, 19 Juni 2026 | 17:20:01 WIB
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat siang hingga sore di tujuh kabupaten/kota Sumut.

MEDAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Sumatera Utara. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi terjadi pada siang hingga sore hari ini, Jumat (19/6/2026).

Sebanyak tujuh daerah masuk dalam daftar wilayah dengan potensi hujan lebat. Empat kabupaten yang perlu diwaspadai adalah Deli Serdang, Karo, Labuhanbatu, dan Langkat. Sementara itu, hujan sedang diprediksi menyelimuti Dairi, Humbahas, Binjai, Medan, Pematangsiantar, Simalungun, dan Pakpak Bharat.

Hujan Masih Berlanjut pada Malam Hari

BMKG memperingatkan potensi hujan pada malam hari. Wilayah yang diperkirakan mengalami hujan sedang meliputi Asahan, Dairi, Humbahas, Mandailing Natal, Padang Lawas, Samosir, Pakpak Bharat, Simalungun, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Toba.

Suhu udara di Sumatera Utara hari ini berkisar antara 14 hingga 33 derajat Celsius. Kelembapan udara mencapai 67 hingga 99 persen. Angin bertiup dari Selatan ke Barat Daya dengan kecepatan 5 hingga 20 kilometer per jam.

Suhu di Medan dan Deli Serdang

Khusus untuk Kota Medan, suhu udara diprediksi berada di angka 23 hingga 29 derajat Celsius dengan kecepatan angin 5 kilometer per jam. Sementara itu, Kabupaten Deli Serdang memiliki rentang suhu yang lebih lebar, yaitu 17 hingga 30 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 4 kilometer per jam.

BMKG mencatat tidak ada titik panas atau hotspot yang terpantau di seluruh wilayah Sumatera Utara pada hari ini. Meski demikian, warga di daerah rawan banjir dan tanah longsor diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan air akibat hujan dengan durasi panjang.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top