LANGKAT — Steven Arya Sitorus, seorang pemuda yang dikenal ramah dan penuh mimpi, menjadi pusat perhatian dalam proses prarekonstruksi yang digelar di lokasi penginapan tempat ia diduga tenggelam. Kegiatan yang berlangsung dari siang hingga sore hari itu tidak hanya dihadiri aparat kepolisian, tetapi juga keluarga yang larut dalam kesedihan mendalam.
Suasana hening dan haru pecah saat lagu berjudul "Steven Arya" diputar melalui ponsel di lokasi. Lagu tersebut merupakan karya dari Global Prima, sekolah tempat Steven menempuh pendidikan sejak SMP hingga tamat SMA di Kota Medan.
Ibunda Steven, Armina Dewi Siagian, tak kuasa menahan tangis saat lirik lagu yang menggambarkan perjuangan dan semangat putranya diperdengarkan. "Dari SMP-SMA-nya memang anak kami mudah bergaul dengan siapapun, termasuk dengan guru dan kepala sekolah di Global Prima. Terima kasih kepada sekolah yang telah membuat lagu penghibur ini untuk Steven," ujar Armina di lokasi.
Lagu tersebut memuat lirik yang menyentuh, menceritakan tentang pagi hari ketika Steven tersenyum seperti biasa dan bercerita tentang mimpi-mimpi indahnya. Namun, satu detik kemudian, arus sungai di Tangkahan membawa dirinya pergi.
"Kami berlari, kami menangis, memanggil namamu, Tapi Tangkahan hanya diam membawa kau ke keabadian," demikian sepenggal lirik yang turut memicu isak tangis keluarga dan sahabat yang hadir.
Unggahan di media sosial sekolah juga menampilkan wajah Steven dengan lagu tersebut sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama agar arwahnya tenang.
Di tengah proses prarekonstruksi yang berlangsung, keluarga Steven menyampaikan adanya kejanggalan yang mereka temukan dari reka adegan proses identifikasi. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian dari Polres Langkat dan Kapolsek Padang Tualang belum memberikan keterangan resmi terkait temuan tersebut.
Armina menambahkan bahwa putranya yang dikenal mandiri sejak usia muda sangat bersemangat mengejar cita-citanya di perantauan. "Kami berterima kasih kepada semua pihak, terutama sekolah yang telah membuat lagu ini sebagai penghibur dan pengingat bahwa Steven tetap hidup dalam hati kami," jelasnya.