JAKARTA — Emiten pelat merah anggota Grup MIND ID ini membukukan pendapatan yang ditopang oleh peningkatan volume penjualan dan harga jual komoditas yang lebih baik. EBITDA perseroan juga tercatat tumbuh 17 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi operasional, INALUM berhasil memproduksi aluminium sebanyak 280.082 metrik ton, naik sekitar dua persen dari tahun sebelumnya. Volume penjualan pun menyentuh angka 280.141 metrik ton, atau meningkat satu persen secara tahunan.
Corporate Secretary PT INALUM Mahyaruddin A R mengatakan pencapaian ini merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. "Capaian tersebut disahkan dalam RUPST Tahun Buku 2025 yang membukukan kinerja keuangan terkuat sepanjang 50 tahun berdirinya perusahaan," ujarnya dalam pernyataan resmi, Senin.
Rekor produksi ini didorong oleh penyelesaian Proyek Pot Upgrading yang berhasil meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274.000 ton per tahun. Modernisasi dilakukan melalui teknologi tungku reduksi berarus 235 kA pada 170 tungku di Potline 2.
Kinerja positif juga tercermin dari aspek tata kelola perusahaan. INALUM meraih peringkat Tingkat Kesehatan kategori "AA" dengan klasifikasi "Sehat", serta memperoleh Final Rating idAA-/Stable dan Standalone Rating idA+(sa) dari PEFINDO.
Pencapaian Key Performance Indicators (KPI) Kolegial tahun 2025 tercatat sebesar 85,54 persen, sementara Peringkat Komposit Risiko berada pada level 2. Dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG), tingkat pengadopsian prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) diproyeksikan naik menjadi 87,54 persen, dari sebelumnya 81,01 persen.
Selain kinerja bisnis, INALUM juga memperkuat kontribusi sosial dan lingkungan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berkelanjutan.
Dalam RUPST yang sama, pemegang saham menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. Dewan Komisaris kini diketuai oleh Musa Bangun sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, didampingi Indra Simarta, Ali Said, Kardwiyana Ukar sebagai Komisaris, serta Hari Soebagijo sebagai Komisaris Independen.
Sementara itu, jajaran Direksi dipimpin oleh Melati Sarnita sebagai Direktur Utama. Ia didampingi Ken Permana (Direktur Keuangan), Ivan Ermisyam (Direktur Operasi), Arif Haendra (Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha dan Komersial), serta Kemal Sudiro (Direktur SDM dan Transformasi Bisnis).
Kepengurusan baru ini diharapkan mampu melanjutkan momentum pertumbuhan, memperkuat hilirisasi aluminium nasional, serta meningkatkan kontribusi berkelanjutan bagi negara.