SUMATERA UTARA — Lintasan aspal sepanjang area Bandar Udara Trunojoyo berubah menjadi arena gladiator mesin. AF Drag Bike Series 2026 di Sumenep mempertemukan pebalap-pebalap jalanan dengan kuda besi modifikasi, bersaing dalam durasi yang diukur dalam satuan milidetik. Gelaran yang digagas oleh AFteam_official ini sukses menyedot animo tinggi dari komunitas balap liar yang kini tersalurkan di sirkuit legal.
Cuaca Sumenep yang cerah mendukung jalannya balapan. Lintasan non-permanen yang dibangun di sisi landasan pacu bandara memang bukan sirkuit permanen, namun kualitas trek diakui cukup baik oleh para mekanik. Tim-tim dari Madura, Surabaya, hingga Banyuwangi menurunkan motor drag spek balap dengan berbagai konfigurasi mesin, mulai dari bebek 4-tak hingga motor sport 2-tak.
Babak penyisihan berlangsung ketat. Beberapa pebalap favorit gugur lebih awal karena wheelie atau start yang kurang sempurna. Namun, para finalis yang berhasil lolos menunjukkan konsistensi waktu tempuh yang impresif.
Berdasarkan hasil resmi dari BGSPORTIMING, berikut adalah podium utama di beberapa kelas yang dipertandingkan:
Kehadiran ribuan penonton di sepanjang lintasan menambah semarak acara. Mereka berdiri di belakang pagar pembatas, bersorak setiap kali motor melesat dari garis start. Suara knalpot racing dan aroma oli bakar menjadi ciri khas balapan drag yang sulit ditemukan di ajang balap konvensional lainnya.
AF Drag Bike Series 2026 Sumenep membuktikan bahwa balap jalanan bisa dikelola menjadi event yang aman dan terukur. Dengan adanya timing resmi dari BGSPORTIMING, setiap catatan waktu pebalap terekam akurat, mengurangi potensi sengketa di lintasan.
Panitia melalui akun resmi AFteam_official mengindikasikan bahwa seri berikutnya akan digelar di lokasi berbeda di Jawa Timur dalam waktu dekat. Para pebalap yang gagal di Sumenep kini bersiap untuk balas dendam di seri selanjutnya.