MEDAN — Pembangunan tiga ruas jalan provinsi di kawasan Sipiongot, Kabupaten Padang Lawas Utara, akhirnya memasuki babak baru setelah masyarakat menanti selama 81 tahun. Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan proyek infrastruktur ini akan dikerjakan secara menyeluruh, bukan lagi sepenggal-sepenggal seperti yang terjadi selama ini.
"Ini kewajiban kami sebagai pemerintah. Kami sepakat hari ini pemerintah provinsi bersama-sama dengan DPRD, kalau mau membangun suatu daerah jangan sepenggal-sepenggal," ujar Bobby usai menghadiri pengajian dan silaturahmi Ikatan Keluarga Dolok Sipiongot dan Sekitarnya (IKDS) di Medan, Minggu.
Tiga Ruas Jalan dengan Total Anggaran Rp230 Miliar
Berdasarkan data Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, anggaran Rp230 miliar dialokasikan untuk pembangunan tiga ruas jalan strategis di kawasan Sipiongot. Ketiga ruas tersebut meliputi Hutaimbaru–Sipiongot sepanjang 11 kilometer, Sipiongot–Labuhanbatu sepanjang 16 kilometer, dan Sipiongot–Batas Tapanuli Selatan (Tolang) sepanjang 12 kilometer.
Bobby menekankan bahwa pengerjaan proyek ini harus memenuhi standar kualitas. "Kebutuhannya minimal 40 persen dari total kerusakan jalan harus diselesaikan secara tuntas dalam satu anggaran dan harus ada jalur alternatif pengerjaan agar kualitasnya terjaga," katanya.
Pengalaman Haru Gubernur Saat Tinjau Langsung Jalan Rusak
Gubernur menceritakan pengalamannya saat pertama kali meninjau kondisi jalan di Sipiongot. Untuk mencapai suatu desa terpencil, ia harus menempuh perjalanan hingga pukul dua dini hari melalui jalan rusak di tengah hutan.
"Melihat kondisi masyarakat langsung di lapangan membuat saya meneteskan air mata. Sejak itu saya bertekad selama masa jabatan saya, saya berjanji pembangunan ini harus ditepati karena dampaknya dirasakan selamanya oleh masyarakat," ucap Bobby.
Anggaran Infrastruktur Jalan Sumut Melonjak Jadi Rp1,9 Triliun
Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di seluruh provinsi, Bobby menyebut pihaknya meningkatkan anggaran Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut secara signifikan. "Jika tahun sebelumnya anggaran jalan dan sungai sekitar Rp500 miliar, maka tahun ini dialokasikan sebesar Rp1,9 triliun khusus pembangunan jalan," jelasnya.
DPRD: Ini Titik Balik bagi Sipiongot Setelah 81 Tahun
Wakil Ketua DPRD Sumut Ihwan Ritonga yang juga penasihat IKDS mengatakan pembangunan ini menjadi titik balik bagi warga Sipiongot. Selama 12 tahun di DPRD, ia mengaku terus mengawal persoalan ini.
"Dulu dibangun sedikit demi sedikit, dua kilometer, lima kilometer, tetapi tidak pernah tuntas. Sudah 81 tahun Indonesia merdeka, baru di bawah kepemimpinan Pak Gubernur Bobby Nasution daerah kami tersentuh pembangunan secara total," papar Ihwan.
Pihaknya mengapresiasi perhatian Pemprov Sumut karena menurut catatan para tokoh masyarakat, kawasan Sipiongot belum pernah menikmati pembangunan jalan secara menyeluruh sejak kemerdekaan Indonesia.