Cuaca Ekstrem Ancam Sumut Siang Ini: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Disertai Petir hingga Pukul 16.45 WIB, 16 Daerah Terdampak

Penulis: Amrizal Halim  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 17:08:01 WIB
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir di 16 daerah Sumatera Utara hingga pukul 16.45 WIB.

MEDAN — BMKG meminta warga Sumatera Utara meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk yang diprakirakan terjadi pada siang hingga sore hari ini. Peringatan dini yang dikeluarkan pukul 13.15 WIB menyebutkan bahwa hujan lebat dapat meluas secara cepat ke sejumlah wilayah.

16 Daerah Masuk Daftar Peringatan Dini BMKG

Pada tahap awal, hujan diprakirakan mengguyur Tapanuli Tengah, Nias, Langkat, Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Nias Utara, Nias Barat, Kota Sibolga, Kota Pematangsiantar, dan Kota Gunungsitoli. BMKG kemudian memperluas peringatan karena hujan diprediksi merambat ke wilayah yang lebih luas.

Daerah yang masuk dalam perluasan meliputi Kabupaten Karo, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Dairi, Toba, Samosir, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Serdang Bedagai, Batu Bara, hingga Kota Medan, Binjai, dan Padangsidimpuan. Perairan Danau Toba juga masuk dalam zona yang perlu diwaspadai.

Medan dan Sekitarnya: Hujan Lebat Berpotensi Ganggu Jam Pulang

Kota Medan menjadi salah satu wilayah yang diperkirakan terdampak perluasan hujan pada siang hingga sore hari. Sejumlah kecamatan seperti Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Johor, Medan Kota, Medan Denai, Medan Belawan, Medan Marelan, Medan Tuntungan, dan Medan Selayang berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pada jam pulang sekolah dan jam pulang kerja. Hujan lebat dapat mengurangi jarak pandang serta memicu genangan di sejumlah ruas jalan. Wilayah penyangga seperti Deli Serdang—termasuk Sibiru-biru, Kutalimbaru, Namorambe, dan Percut Sei Tuan—juga diperkirakan mengalami kondisi serupa.

Aktivitas di Danau Toba hingga Pegunungan Perlu Ekstra Waspada

BMKG secara khusus mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di sekitar Danau Toba. Hujan lebat yang disertai angin kencang dapat memengaruhi kondisi perairan dan mengganggu aktivitas penyeberangan maupun wisata. Operator kapal, nelayan, dan wisatawan disarankan terus memantau perkembangan cuaca sebelum melakukan perjalanan di kawasan danau.

Daerah pegunungan seperti Karo, Dairi, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat, Toba, dan Samosir juga memiliki potensi hujan cukup tinggi. Karakteristik topografi di kawasan tersebut membuat udara lembap lebih mudah naik dan membentuk awan hujan yang berkembang menjadi hujan deras. Sementara itu, wilayah pesisir barat seperti Tapanuli Tengah dan Kepulauan Nias berpotensi mengalami perubahan cuaca cepat—dari kondisi cerah menjadi hujan lebat hanya dalam waktu singkat.

Apa yang Perlu Diwaspadai Warga?

Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG bukan berarti seluruh wilayah akan mengalami hujan lebat secara bersamaan. Informasi ini menunjukkan adanya potensi terbentuknya cuaca signifikan sehingga masyarakat memiliki waktu untuk mengantisipasi risiko. Dalam kondisi seperti ini, hujan deras dapat memicu banjir lokal, pohon tumbang, longsor di daerah perbukitan, hingga gangguan lalu lintas akibat genangan dan berkurangnya jarak pandang.

Masyarakat diimbau menyesuaikan rencana perjalanan, menghindari aktivitas di ruang terbuka saat terjadi petir, serta tidak berteduh di bawah pohon atau baliho ketika hujan disertai angin kencang. BMKG mengingatkan bahwa kondisi atmosfer masih cukup dinamis sehingga potensi perubahan cuaca dapat terjadi sewaktu-waktu. Kesiapsiagaan menjadi langkah paling efektif untuk mengurangi risiko dampak cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang berada di daerah rawan banjir dan longsor.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: mistar.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top