TAPANULI TENGAH — Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah mencatatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp33,51 miliar selama periode Januari hingga Juli 2026. Capaian tersebut masih jauh dari target tahunan yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026, yakni Rp112,32 miliar.
Meski baru terpenuhi kurang dari sepertiga target, anggaran PAD tahun ini tercatat naik 35,64 persen dibandingkan pagu tahun sebelumnya. Artinya, pemerintah daerah menargetkan penerimaan yang lebih agresif pada 2026.
Dari total realisasi Rp33,51 miliar, komponen Pajak Daerah menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp18,10 miliar. Disusul Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan sebesar Rp10,10 miliar, dan Lain-Lain PAD yang Sah mencapai Rp4,38 miliar.
Adapun Retribusi Daerah hanya terkumpul Rp0,93 miliar. Angka ini menjadi yang paling kecil dibandingkan pos penerimaan lainnya, menunjukkan potensi yang masih bisa digali lebih optimal dari sektor jasa dan pelayanan publik.
Dengan waktu tersisa lima bulan hingga akhir tahun, Pemkab Tapanuli Tengah perlu mengejar setidaknya 70 persen sisa target. Realisasi per Juli yang baru mencapai 29,83 persen mengindikasikan perlunya percepatan penagihan dan optimalisasi sumber-sumber pendapatan baru.
Kenaikan pagu PAD hingga 35,64 persen dibanding tahun lalu juga menjadi tantangan tersendiri. Tanpa strategi ekstra, target Rp112,32 miliar berpotensi tidak tercapai penuh.
Merujuk data APBD 2026, berikut rincian komponen PAD Kabupaten Tapanuli Tengah:
Total realisasi yang tercatat hingga Juli 2026: Rp33,51 miliar.