SIPISPIS — Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) memanfaatkan ajang PRSU 2026 untuk mempromosikan wisata arung jeram Sungai Bah Bolon. Daya tariknya terletak pada dua paket pengarungan dengan harga yang bersaing, mulai dari Rp200 ribu per orang untuk durasi tiga jam hingga Rp300 ribu untuk enam jam.
Pemandu Paviliun Sergai, Dito Triwahyudi, menjelaskan bahwa wisatawan bisa memilih tingkat tantangan sesuai keinginan. Paket pendek tiga jam menyuguhkan sensasi melintasi jeram seperti Jeram Siawak, Jeram Rollercoaster, dan Batu Kodok.
Sementara paket panjang enam jam mengajak peserta menyusuri destinasi alam lain, termasuk Air Terjun Sibusa-busa, Hujan Abadi, dan Green Canyon. "Seluruh paket sudah termasuk makan, air mineral, perlengkapan keselamatan, dan pemandu profesional," ujar Dito di Medan, pekan lalu.
Bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen secara lebih eksklusif, pengelola menyediakan paket dokumentasi foto dan video profesional. Biayanya berkisar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu, terpisah dari tiket arung jeram.
Saat ini terdapat tiga operator yang melayani aktivitas arung jeram di kawasan tersebut, yaitu Sipispis Arung Jeram, Arung Jeram Bah Bolon, dan Ancol Rafting. Titik keberangkatan berada di Bumi Perkemahan Sipispis dan Desa Bartong, Kecamatan Sipispis.
Wisata ini melayani peserta perorangan maupun rombongan. Jika jumlah peserta belum memenuhi kuota, wisatawan akan digabung dengan peserta lain agar kegiatan tetap berjalan. Untuk rombongan, kapasitas pelayanan mencapai 60 hingga 100 orang dalam satu sesi.
Dito menambahkan bahwa tempat ini cocok untuk kegiatan komunitas, sekolah, instansi pemerintah, maupun perusahaan. Bagi wisatawan dari Kota Medan, perjalanan dapat ditempuh menuju Kota Tebing Tinggi menggunakan bus antarkota, lalu melanjutkan perjalanan ke Sipispis dengan kendaraan pribadi atau sewaan.
Selain arung jeram, Paviliun Sergai juga memperkenalkan produk unggulan UMKM dan destinasi wisata alam lainnya. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Serdang Bedagai.