MEDAN — Jalu Yuswa Panjang tidak datang sekadar untuk bersilaturahmi. Dalam kunjungan perdananya sebagai Kakanwil Ditjenpas Sumut, ia meninjau langsung sejumlah layanan yang diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dari pelayanan kesehatan, akses komunikasi dengan keluarga, hingga program pembinaan kepribadian dan kemandirian, semua diperiksa satu per satu.
Peninjauan ini merupakan bagian dari pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Jalu ingin memastikan bahwa fungsi pemasyarakatan tidak hanya berjalan, tetapi juga sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kunjungan ini bukan sekadar melihat kondisi lapangan, tetapi memastikan seluruh fungsi pemasyarakatan berjalan dengan baik,” tegasnya.
Ia juga memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai Lapas Kelas I Medan. Jalu menekankan pentingnya disiplin, profesionalisme, dan integritas. “Saya ingin seluruh jajaran terus meningkatkan disiplin, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan yang profesional serta berorientasi pada pemenuhan hak-hak warga binaan,” ujarnya.
Menurut Jalu, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari aspek keamanan semata. Kualitas pembinaan yang mampu memberikan perubahan positif bagi warga binaan menjadi indikator utama. “Mereka harus memiliki bekal untuk kembali ke tengah masyarakat,” imbuhnya.
Melalui kunjungan ini, Kantor Wilayah Ditjenpas Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan dan mendorong optimalisasi program pembinaan di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di provinsi ini. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap lapas di Sumut berjalan sesuai fungsi dan aturan yang ditetapkan.