SUMATERA UTARA — Google akhirnya mengonfirmasi pemulihan penuh layanan Google Health pada Kamis (16/7) setelah gangguan sinkronisasi yang berlangsung sekitar tujuh jam sehari sebelumnya. Insiden ini memicu keluhan dari pemilik Fitbit dan Pixel Watch di berbagai wilayah yang mendapati aplikasi tidak bisa menampilkan data aktivitas harian mereka.
Gangguan mulai terdeteksi pada pukul 05.41 waktu Pasifik (sekitar pukul 19.41 WIB) saat pengguna melaporkan munculnya pesan eror atau layar kosong saat membuka aplikasi Google Health. Dalam laman status resmi, Google secara gamblang menyatakan, "Saat ini terjadi gangguan yang memengaruhi fungsi sinkronisasi untuk seluruh pengguna Google Health."
Fitur Health Coach, termasuk fungsi tanya-jawab dan ringkasan harian, juga ikut terdampak selama periode tersebut. Hingga saat ini, Google belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti dari gangguan ini.
Meskipun sempat panik, pengguna tidak perlu khawatir data latihan atau tidur mereka hilang permanen. Google menjelaskan bahwa perangkat Fitbit dan Pixel Watch menyimpan data secara lokal sebelum dikirim ke server. Artinya, begitu koneksi pulih, aplikasi akan menarik data yang tertunda dan mengisi kekosongan informasi secara otomatis.
Seorang pengguna dengan nama Andrew menceritakan pengalamannya di kolom komentar: "Saya bisa menggunakan fitur olahraga di Pixel Watch 4 pagi ini, tapi tidak ada satu pun statistik yang tercatat. Saya bangun dengan lebih dari 1.800 langkah yang dihadiahkan di jam tangan, tapi tidak ada satu pun aktivitas nyata yang ditampilkan." Ia juga menambahkan bahwa kode eror 1001 masih muncul meskipun layanan dinyatakan pulih.
Bagi pengguna Fitbit dan Pixel Watch di Indonesia, insiden ini menjadi pengingat pentingnya memahami mekanisme penyimpanan data di perangkat wearable. Meskipun layanan cloud sempat terputus, data mentah dari sensor tetap aman di memori internal jam tangan. Setelah sinkronisasi kembali normal, data historis seperti grafik detak jantung atau kalori terbakar akan terisi secara otomatis.
Google tidak menyebutkan apakah gangguan ini berdampak pada pengguna di kawasan Asia Tenggara secara spesifik. Namun, mengingat layanan bersifat global, pengguna Indonesia yang mengalami masalah serupa disarankan untuk memastikan koneksi internet stabil dan memperbarui aplikasi ke versi terbaru (Google Health 5.03) yang dirilis beberapa waktu lalu.
Jika Anda masih mengalami masalah sinkronisasi setelah pemulihan, coba langkah berikut: restart perangkat wearable dan ponsel, pastikan aplikasi Google Health sudah diperbarui, serta periksa koneksi Bluetooth dan internet. Jika kode eror seperti 1001 masih muncul, pengguna bisa melaporkan langsung melalui menu bantuan di aplikasi.
Google berjanji akan terus memantau stabilitas layanan ke depannya. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada rilis resmi mengenai penyebab teknis di balik gangguan tersebut.