SUMATERA UTARA — Tech reviewer David GadgetIn baru-baru ini merilis daftar rekomendasi HP all-rounder yang menurutnya paling layak dibeli di segmen harga menengah. Bukan tanpa alasan, di rentang harga tersebut pembeli sudah bisa mendapatkan layar AMOLED 1,5K, kamera 200 MP, hingga baterai di atas 6.000 mAh—spesifikasi yang dua tahun lalu hanya ada di flagship.
Namun, perlu dicatat bahwa rekomendasi ini berdasarkan pengalaman pemakaian dan ulasan pribadinya di kanal YouTube. Sebelum membeli, ada beberapa perbedaan karakter antar ketiganya yang perlu kamu pahami, terutama soal prioritas kamera, ketahanan, dan pengalaman software.
Redmi Note 15 Pro 5G menjadi favorit pribadi David sejak pertama kali dirilis. Di tengah tren kenaikan harga HP di kelas menengah, perangkat ini dinilai berhasil "menahan harga" sambil tetap menawarkan paket spesifikasi paling komplit di antara ketiganya.
"Hampir enggak ada titik lemahnya, kecuali iklan di aplikasi bawaan," ujar David dalam videonya. Ini memang menjadi keluhan klasik pengguna MIUI/HyperOS—bloatware dan iklan sistem yang bisa dimatikan, tapi butuh sedikit usaha ekstra di pengaturan awal.
Dengan harga Rp5.099.000 di Erafone, Redmi Note 15 Pro 5G adalah pilihan paling aman jika kamu menginginkan semua fitur tanpa kompromi besar. Kekurangan utamanya hanya soal pengalaman software yang "berisik" oleh iklan.
Jika budget kamu mentok di angka Rp4 jutaan, Infinix Note 60 5G menawarkan value yang sulit ditolak. David menyebut perangkat ini memiliki spesifikasi yang mirip dengan Redmi Note 15 Pro, namun dengan harga lebih terjangkau.
Perlu digarisbawahi, Infinix biasanya menggunakan chipset kelas di bawah Redmi untuk menekan harga. Konsekuensinya, performa gaming jangka panjang dan efisiensi daya mungkin tidak sebaik Redmi Note 15 Pro. Buat pemakaian harian, browsing, dan media sosial, perbedaannya mungkin tidak terasa. Tapi kalau kamu heavy gamer, ini jadi catatan penting.
Keputusan di sini sederhana: bayar lebih untuk chipset lebih kencang (Redmi) atau hemat di awal dengan layar lebih mulus (Infinix). Keduanya punya trade-off yang sah.
Sayangnya, bahan artikel tidak menyertakan detail spesifikasi dan harga resmi Motorola Edge 60 Fusion 5G. Namun, posisinya di daftar ini menarik karena Motorola dikenal dengan pengalaman software yang hampir murni Android—tanpa iklan dan bloatware berlebihan.
Ini bisa menjadi nilai jual utama bagi kamu yang muak dengan iklan di aplikasi bawaan Redmi. Namun, tanpa data konkret soal chipset, kamera, dan baterai dari sumber asli, kami tidak bisa membandingkan performanya secara fair dengan dua perangkat di atas.
Kalau kamu mempertimbangkan opsi ini, wajib cek review video David GadgetIn secara langsung untuk melihat hasil benchmark dan pengujian kameranya. Jangan membeli berdasarkan nama merek saja, karena di segmen ini, detail kecil seperti kualitas speaker atau sensor sidik jari bisa sangat menentukan.
Dari ketiga rekomendasi David, tidak ada pemenang tunggal yang objektif—semuanya kembali ke prioritas kamu:
Yang perlu diingat, saran David untuk "berhenti di kelas ini" cukup masuk akal. Kenaikan harga ke kelas Rp7 jutaan memang menawarkan chipset flagship, tapi untuk mayoritas pengguna di Indonesia, ketiga HP ini sudah lebih dari cukup untuk pemakaian 3 tahun ke depan.