MEDAN — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak hanya memperkuat jasa keuangan berbasis syariah, tetapi juga memetakan kebutuhan ekonomi tiap kabupaten/kota secara spesifik. Hal ini disampaikannya usai menghadiri pengukuhan Triyoga Laksito sebagai Kepala OJK Provinsi Sumut menggantikan Khoirul Muttaqien di Kantor Gubernur Sumut, Jumat.
Menurut Bobby, OJK sebagai lembaga independen memiliki peran strategis sebagai penyeimbang. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang berbeda untuk setiap daerah, terutama dalam menyelesaikan persoalan yang ditinggalkan bencana.
Bobby menyoroti kondisi masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Ia berharap OJK dapat memfasilitasi kemudahan pinjaman bagi warga yang kehilangan mata pencaharian.
"Warga yang menjadi korban, karena hidup mereka masih berat," ucap Bobby. "Kami harap OJK bisa melihat persoalan di setiap daerah dengan cara berbeda sesuai kekhasan masing-masing. Misalnya, kondisi bencana meninggalkan persoalan yang mendalam bagi masyarakat," sambungnya.
Gubernur juga menyoroti tingginya impor produk halal dari negara berpenduduk minoritas muslim seperti Tiongkok dan Australia. Ia meminta OJK memperkuat industri halal di sektor keuangan agar produk halal dalam negeri hadir secara massif.
"Dari sini, bagaimana kita menguatkan industri halal di sektor keuangan. Tujuannya untuk menguatkan hadirnya produk halal secara massif," ungkap Bobby.
Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK RI Hernawan Bekti Sasongko mengapresiasi dukungan Pemprov Sumut selama ini. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat dilanjutkan oleh kepala OJK yang baru.
"Kami harapkan kinerja OJK bersama seluruh pihak terkait dapat dilanjutkan oleh kepala OJK yang baru. Semoga kolaborasi pemerintah provinsi tetap kuat, sehingga masalah bisa kita selesaikan bersama," papar Hernawan.