Menteri Dody Hanggodo Siapkan 10.789 Sumur Bor untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

Penulis: Tengku Syafri  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:02:00 WIB

Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyiapkan strategi khusus menghadapi wilayah-wilayah yang rawan kekeringan saat musim kemarau tiba. Salah satu langkah utamanya adalah mengoptimalkan 10.789 sumur bor berkapasitas lebih dari 114 ribu meter kubik per detik.

Selain sumur bor, Kementerian PU juga menyiagakan bendungan, bendung, embung, dan waduk untuk menjaga stabilitas pasokan air. Infrastruktur ini difokuskan untuk mendukung kebutuhan masyarakat serta lahan pertanian ketika kekeringan atau El Nino terjadi.

Dody menegaskan bahwa pengelolaan infrastruktur sumber daya air sangat penting demi menjaga produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim.

"Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim," ujar Menteri Dody.

Kementerian PU juga mengatur pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air lebih efisien. Guna menghadapi situasi darurat, berbagai peralatan telah disiapkan untuk dikerahkan ke daerah-daerah yang terdampak.

Peralatan yang dimaksud terdiri dari 125 unit mobile pump, 921 pompa alkon, dan 49 mesin bor. Pemerintah turut melakukan pendataan wilayah rawan kekeringan sekaligus mengedukasi masyarakat soal upaya adaptasi yang perlu diambil.

Kementerian PU juga mendorong penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) di sektor pertanian, yang dinilai efektif mengurangi konsumsi air untuk kebutuhan bertani.

Pembangunan infrastruktur air terus dipercepat, meliputi bendungan, jaringan irigasi, jaringan irigasi air tanah (JIAT), hingga sumur bor, guna memperkuat ketahanan air nasional dalam jangka panjang.

Khusus di Sumatera Utara, BMKG memproyeksikan musim kemarau 2026 berlangsung lebih lama dan lebih kering dibanding tahun-tahun sebelumnya, dengan puncaknya pada Agustus 2026 di wilayah Sumatera bagian tengah. Sebanyak 64,5 persen zona musim di Indonesia diperkirakan mengalami kondisi bawah normal, sehingga BMKG mendorong pemerintah daerah Sumatera Utara mengonsolidasikan langkah antisipasi, termasuk pengaturan pola tanam dan penjaminan stok air bersih.

Kementerian PU kini memiliki 240 bendungan dengan kapasitas tampung total 7,89 miliar meter kubik, 601 situ dan danau dengan volume tampungan 135,59 miliar meter kubik, serta lebih dari 1.000 tampungan air baku untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Reporter: Tengku Syafri
Back to top