Humas Kemdiktisaintek Bekali UMSU: Tinggalkan Konten Seremonial, Angkat Kisah Mahasiswa dan Alumni

Penulis: Amrizal Halim  •  Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:19:01 WIB
Lebih dari 60 pengelola media sosial dan laman UMSU mengikuti webinar Humas Berdampak secara daring.

MEDAN — Lebih dari 60 pengelola media sosial dan laman di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengikuti webinar "Humas Berdampak, Menghadirkan Konten Positif yang Mengedukasi dan Inspiratif di Era Digital" pada Sabtu (1/8). Acara yang digelar secara daring ini menghadirkan Kepala Humas dan Protokoler Kemdiktisaintek RI, Doddy Zulkifli Indra Atmaja, sebagai narasumber utama.

Rektor UMSU, Prof. Dr. Akrim, M.Pd., membuka acara secara langsung. Ia menyampaikan apresiasi atas kesediaan jajaran humas Kemdiktisaintek membina kehumasan di lingkungan kampusnya. "Terima kasih sudah membina humas UMSU, semoga capaian yang diraih Humas Kemdiktisaintek dapat ditularkan ke UMSU," ujarnya dalam sambutan yang dikutip dari rilis resmi.

Porsi Konten Seremonial Harus Dikurangi

Doddy, sapaan akrab narasumber, menegaskan bahwa format konten di media sosial kampus sudah saatnya berubah. Ia meminta jajaran humas tidak lagi membanjiri kanal digital dengan informasi kegiatan formal yang bersifat seremonial.

"Format konten di media sosial, jangan lagi menghadirkan terlalu banyak informasi kegiatan formal, tapi lebih mengangkat informasi yang inspiratif tentang mahasiswa termasuk alumni," kata Doddy dalam pemaparannya.

Menurutnya, humas kampus perlu mengangkat testimoni penerima manfaat dari kegiatan yang dilakukan universitas. Hasil riset, inovasi, serta kebermanfaatan program nyata dinilai jauh lebih efektif membangun reputasi dibandingkan sekadar laporan acara.

Konten 30-60 Detik dan Kisah Alumni Jadi Kunci

Doddy juga membagikan sejumlah trik agar konten humas universitas mampu menarik perhatian calon mahasiswa baru. Ia menekankan bahwa media sosial harus diubah menjadi media interaksi, bukan sekadar papan pengumuman.

"Calon mahasiswa banyak mencari informasi dari media sosial. Karena itu, media sosial harus diubah menjadi media interaksi. Porsi konten seremonial dikurangi dan lebih banyak menghadirkan kehidupan mahasiswa (student life), siaran langsung, serta konten yang membuat audiens merasa dekat dengan kampus," jelasnya.

Ia mengajak para pengelola memanfaatkan format konten yang sedang tren, seperti video singkat berdurasi 30 hingga 60 detik. Teknik storytelling dan kisah sukses alumni disebut sebagai materi yang paling banyak dicari audiens. Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga disarankan untuk mempercepat proses produksi konten.

Keberhasilan Humas Tak Lagi Diukur dari Jumlah Publikasi

Doddy mengingatkan adanya pergeseran tolak ukur kinerja kehumasan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tidak lagi dilihat dari banyaknya rilis yang diterbitkan, melainkan dari dampak yang dirasakan institusi.

"Untuk membangun citra, kehumasan sekarang tidak lagi menghasilkan jumlah konten yang banyak saja, tetapi pesan, persepsi, dan dampaknya harus tersampaikan," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan laman resmi perguruan tinggi dan optimalisasi platform TikTok. Kolaborasi dengan industri, pemerintah daerah, dan kampus lain disebut sebagai cara memperluas dampak komunikasi institusi.

Apresiasi Prestasi UniRank dan Tindak Lanjut

Dalam kesempatan itu, Doddy mengapresiasi capaian UMSU yang berhasil menempati peringkat pertama di UniRank. Ia menilai kehumasan memiliki peran strategis dalam membangun narasi kampus yang berdampak pada reputasi publik.

"Kehumasan berkaitan dengan reputasi institusi di mata publik. Komunikasi harus bersifat dua arah dan berkelanjutan untuk menjaga kepercayaan publik, membangun persepsi jangka panjang, serta memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan," jelasnya.

Kepala Biro Humas UMSU, Dr. Ribut Priadi, M.I.Kom., menyebut banyak wawasan baru yang diterima untuk mengembangkan kehumasan kampus. Sementara itu, salah satu peserta, Venny Eriska, mengaku mendapat pandangan baru soal produksi konten yang selama ini ia yakini hanya soal kuantitas.

"Kegiatan ini memberikan pandangan baru tentang memproduksi konten yang sesuai dengan platform media sosial. Selama ini menganggap kuantitas penting, tapi ternyata bukan itu penentu dalam membangun citra dan reputasi," ujar Venny.

Webinar ini merupakan kelanjutan dari program UMSU Creator Fest 2026 yang bertujuan melahirkan kreator konten positif di lingkungan kampus, berkolaborasi dengan LLDikti Wilayah 1 Sumatera Utara.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: sumut.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top