SUMATERA UTARA — Pameran otomotif GIIAS 2026 di Tangerang pekan ini tidak hanya didominasi mobil listrik murni. Sejumlah pabrikan justru ramai-ramai meluncurkan kendaraan elektrifikasi berteknologi hybrid. Segmen ini menjadi jembatan bagi konsumen yang ingin beralih dari mobil konvensional tanpa khawatir soal infrastruktur pengisian daya.
Strategi itu terlihat dari beragamnya produk yang dipajang: MPV keluarga, SUV kompak, hingga sedan premium. Berikut delapan model hybrid yang paling menyita perhatian pengunjung GIIAS 2026.
Mitsubishi memanfaatkan ajang ini untuk meluncurkan Xforce HEV, SUV kompak dengan mesin 1.600 cc yang dipadukan motor listrik. Sistem penggerak roda depannya diklaim meningkatkan efisiensi bahan bakar sekaligus respons akselerasi. Model ini dibanderol mulai sekitar Rp420 jutaan.
Hyundai membawa dua model sekaligus. Pertama, Palisade Hybrid yang mengusung mesin 2.500 cc turbo dengan sistem full hybrid dan dilengkapi fitur keselamatan Hyundai SmartSense. Kedua, Staria Hybrid, MPV premium berkapasitas hingga sembilan penumpang dengan jantung mekanik yang sama. Harga resmi kedua model ini masih diumumkan kemudian.
Toyota tak mau ketinggalan dengan menghadirkan Land Cruiser 300 versi elektrifikasi. SUV legendaris ini mempertahankan mesin V6 3.500 cc twin-turbo yang kini dipadukan sistem hybrid dan penggerak 4WD. Tenaganya lebih besar dari model konvensional.
Untuk pasar Indonesia, harga OTR Jakarta dipatok Rp2,716 miliar untuk varian standar dan Rp2,816 miliar untuk varian GR Sport. Dari lini Lexus, sedan premium ES 350h turut dipamerkan dengan mesin hybrid 2.500 cc. Kombinasi tenaga mesin 139 kW dan motor listrik 150 kW menghasilkan torsi 270 Nm serta kecepatan maksimum 195 km/jam. Lexus membanderolnya Rp1,299 miliar untuk harga OTR Jabodetabek.
Pabrikan China agresif menyerang segmen MPV. BYD meluncurkan M6 DM, MPV plug-in hybrid (PHEV) yang memadukan mesin bensin 1.500 cc dengan motor listrik dan transmisi khusus hybrid (DHT). Tenaga totalnya mencapai sekitar 160 hp.
Tersedia dalam konfigurasi enam atau tujuh penumpang, dengan harga antara Rp298 juta hingga Rp390 juta. Wuling memperkenalkan Eksion PHEV yang menonjolkan jarak tempuh kombinasi lebih dari 1.000 kilometer. MPV ini mengandalkan mesin 1.500 cc, motor listrik 145 kW, dan baterai 20,5 kWh yang memungkinkan mobil melaju hingga 125 kilometer hanya dengan tenaga listrik. Harganya dibanderol Rp449 juta hingga Rp499 juta.
Suzuki masih mengandalkan XL7 Hybrid yang hadir dengan pembaruan. SUV ini memakai mesin K15B 1.500 cc dengan teknologi Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS), menghasilkan tenaga 103 dk dan torsi 138 Nm. Harga OTR-nya bervariasi mulai Rp301,9 juta untuk varian Beta MT, Rp312,9 juta untuk Beta AT, Rp327,7 juta untuk Alpha AT, dan Rp329,7 juta untuk Alpha Two Tone.
Dari delapan model tersebut, teknologi yang ditawarkan terbagi menjadi dua kategori. HEV atau Hybrid Electric Vehicle mengisi daya baterainya sendiri melalui mesin dan sistem regenerative braking. Pengemudi tidak perlu mencari stasiun pengisian.
Sementara PHEV atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle memiliki baterai lebih besar yang bisa diisi dari charger eksternal. Ini memungkinkan perjalanan harian menggunakan tenaga listrik murni sebelum mesin bensin bekerja. Kehadiran model-model ini menegaskan bahwa pasar otomotif Indonesia sedang berada di fase transisi.
Konsumen kini punya banyak pilihan untuk menekan konsumsi bahan bakar tanpa harus sepenuhnya bergantung pada baterai. Dengan rentang harga yang lebar, hampir semua segmen pasar kini tersentuh oleh teknologi hybrid.