MEDAN — Angka 8.304 orang itu terdiri dari 7.152 warga yang ditempatkan bekerja di dalam negeri dan 1.152 orang lainnya diberangkatkan ke luar negeri. Capaian ini menjadi salah satu indikator keberhasilan program perluasan kesempatan kerja yang digalakkan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan sepanjang tahun ini.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Rammadan, menyebut program perluasan pencari kerja merupakan komitmen pemerintah kota untuk menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat.
"Program perluas pencari kerja merupakan salah satu komitmen kita dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan daya saing masyarakat," ujar Rammadan di Medan, Selasa.
Salah satu inovasi yang diluncurkan tahun ini adalah program Rabu Walk In-Interview. Kegiatan ini mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan secara langsung, dan digelar setiap pekan di kantor dinas setempat.
Dalam setiap pelaksanaannya, pemerintah kota menggandeng lima hingga enam perusahaan yang membuka puluhan lowongan kerja. Model ini dinilai lebih efektif karena proses rekrutmen berlangsung cepat tanpa menunggu gelaran bursa kerja berskala besar.
Sepanjang tahun 2025, Pemkot Medan setidaknya telah menggelar dua bursa kerja yang melibatkan pemangku kebijakan terkait. Pada Februari 2026, dua agenda besar digelar sekaligus, yakni Medan Career Expo 2026 dan 11th UMSU Job Fair 2026.
Dari dua acara tersebut, total 5.515 lowongan kerja berhasil dihadirkan bagi para pencari kerja. Pemerintah kota juga memperkuat kerja sama dengan industri melalui berbagai pelatihan kerja, termasuk bagi penyandang disabilitas.
Selain fokus pada perluasan akses lowongan, Pemkot Medan juga menggencarkan program peningkatan keterampilan. Pelatihan kerja yang digelar menyasar berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, agar mereka memiliki daya saing di pasar tenaga kerja.
Rammadan menambahkan, berbagai upaya yang telah dilakukan akan terus ditingkatkan. Targetnya, semakin banyak warga Medan yang mendapatkan pekerjaan layak, baik di dalam maupun luar negeri.
Kendati demikian, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah untuk memperluas jangkauan program ini. "Kami sebelumnya juga telah menggelar berbagai pelatihan kerja, termasuk untuk penyandang disabilitas," jelas dia.
Dengan data 8.304 warga yang telah difasilitasi hingga Agustus 2026, Pemkot Medan optimistis angka pengangguran terbuka di kota ini terus menurun seiring bertambahnya program perluasan kerja yang berjalan setiap pekan.