PEMATANGSIANTAR — Limbah uang rupiah berbagai pecahan disulap menjadi karya seni lukis dalam lomba yang digelar Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Pematangsiantar. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Marpesta QRIS 2026 yang berlangsung di Lapangan Adam Malik, Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar, Sabtu (29/8/2026).
Peserta bebas memanfaatkan pecahan limbah uang sebagai material utama dalam karya mereka. Pecahan yang digunakan antara lain Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, Rp 20 ribu, Rp 10 ribu, Rp 5 ribu, dan Rp 2 ribu.
Amir (26), warga Sidamanik, Kabupaten Simalungun, mengaku baru pertama kali mengikuti lomba dengan media limbah uang. Menurutnya, proses menempelkan limbah uang pada kanvas sekaligus menyesuaikan warna menjadi bagian paling sulit.
"Baru kali ini mengikuti lomba seperti ini, kesulitannya menempel limbah uang dan menyesuaikan warnanya," ucap Amir.
Panitia menyiapkan total hadiah Rp 8 juta untuk enam kategori pemenang. Juara I berhak membawa pulang Rp 3 juta, disusul juara II Rp 2 juta, dan juara III Rp 1,5 juta. Adapun peserta yang menempati peringkat IV, V, dan VI masing-masing mendapatkan Rp 500 ribu.
Selain lomba melukis limbah uang, rangkaian Marpesta QRIS 2026 juga diisi kegiatan Kreatif QRIS (Kreasi Anak Hebat Inspiratif Bersama QRIS). Kegiatan ini melibatkan pelajar SD kelas IV, V, dan VI serta pelajar SMP kelas X, XI, dan XII.
Untuk masing-masing kategori lomba pelajar tersebut, panitia menyediakan total hadiah Rp 4,5 juta. Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya BI Pematangsiantar dalam mengenalkan ekosistem pembayaran digital berbasis QRIS kepada generasi muda melalui pendekatan seni dan kreativitas.