SUMATERA UTARA — Setiap kali kita bermain game open world, selalu ada area tersembunyi yang belum terpetakan. Ternyata, Bumi yang kita tinggali punya hal serupa. Para ilmuwan baru saja mengumumkan penemuan enam zona misterius di core-mantle boundary — wilayah yang selama ini sulit diakses bahkan oleh teknologi pengeboran paling canggih sekalipun. Penelitian ini dipimpin oleh Yurui Guan dan dipublikasikan di Journal of Geophysical Research: Solid Earth.
Metode yang dipakai tak main-main. Sistem deep learning berhasil mengidentifikasi 174.929 sinyal PKP berkualitas tinggi — jumlah itu lebih dari 10 kali lipat total deteksi dari semua penelitian sebelumnya. Dengan banyaknya data, peta bagian terdalam mantel jadi jauh lebih jelas.
"Kami menemukan enam area yang kemungkinan memiliki heterogenitas signifikan yang sebelumnya belum pernah terdokumentasikan, sehingga menjadi target prioritas yang jelas untuk penelitian lebih lanjut mengenai interior Bumi," tulis para peneliti dalam publikasinya.
Ada juga kemungkinan zona-zona ini terbentuk atau dipertahankan oleh konveksi mantel — pergerakan material secara perlahan akibat panas dari inti Bumi. Proses ini berlangsung selama ratusan juta tahun, dan struktur yang sekarang terdeteksi bisa jadi adalah rekaman aktivitas tektonik Bumi di masa lampau.
Semakin detail kita memahami bagian terdalam mantel, semakin baik model tentang bagaimana Bumi berevolusi. Seperti halnya update peta baru di game yang memperluas dunia eksplorasi, temuan ini menunjukkan bahwa banyak wilayah di planet kita yang belum kita pahami sepenuhnya.
Bagi komunitas game, penelitian ini mengingatkan bahwa dunia nyata masih menyimpan misteri yang bisa dieksplorasi — tidak kalah seru dengan hidden area di Genshin Impact atau dungeon bawah tanah di Elden Ring. Teknik deep learning yang dipakai juga mirip dengan AI yang digunakan untuk prosedural generation di game modern: memproses data dalam skala besar untuk menghasilkan peta yang lebih kompleks.
Masih banyak yang harus digali. Para peneliti berencana terus mengumpulkan data seismik untuk menyempurnakan model struktur mantel paling bawah. Seperti kata mereka, katalog data yang berkembang akan membantu mempelajari kondisi geodinamika interior Bumi — dan siapa tahu, struktur-struktur ini bisa menjadi inspirasi untuk konten game eksplorasi di masa depan.