81 Tahun KAI, Jejak Rel Deli Spoorweg Maatschappij hingga Kereta Bandara Kualanamu di Sumut

Penulis: Tengku Syafri  •  Senin, 28 September 2026 | 16:31:01 WIB
Perjalanan sejarah perkeretaapian di Sumatera Utara dimulai dari jalur Medan–Labuhan yang dibuka pada 25 Juli 1886.

MEDAN — Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyebut perkeretaapian di wilayahnya memiliki karakter peralihan yang berbeda dari daerah lain. Proses perpindahan pengelolaan tidak terjadi lewat pengambilalihan langsung pada 1945, melainkan melalui nasionalisasi perusahaan kereta api swasta Belanda, Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), setelah Indonesia merdeka pada 1957.

Pengelolaan eks-DSM kemudian masuk ke dalam jaringan perkeretaapian negara hingga menjadi KAI seperti sekarang. Kelembagaan perkeretaapian Indonesia sendiri terus bertransformasi sejak 1945, mulai dari Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI), Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), Perumka, hingga PT Kereta Api Indonesia (Persero).

Jalur Pertama Medan–Labuhan Dibuka 25 Juli 1886

Sejarah perkeretaapian di Sumut bermula pada akhir abad ke-19, saat kawasan Deli berkembang sebagai pusat perkebunan ekspor, terutama tembakau Deli. DSM memperoleh konsesi untuk membangun jaringan rel dan membuka jalur pertama Medan–Labuhan pada 25 Juli 1886.

Jaringan rel itu meluas hingga menghubungkan Medan dengan Belawan, Binjai, Deli Tua, Perbaungan, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Tanjungbalai, Teluk Nibung, Kisaran, sampai Rantau Prapat. Jalur-jalur tersebut membentuk pola hubungan ekonomi yang kuat antara sentra produksi perkebunan dan pelabuhan ekspor.

Pada masa kejayaannya sekitar 1937, total panjang jaringan rel DSM mencapai 553,2 kilometer. Komoditas utama yang diangkut saat itu adalah tembakau, karet, kelapa sawit, dan hasil bumi lainnya.

Jalur Cabang Deli Tua hingga Pangkalan Brandan Berhenti Beroperasi

Pascakemerdekaan, sejumlah jalur cabang seperti arah Deli Tua, Bangun Purba, dan Pangkalan Brandan tidak lagi beroperasi. Penyebabnya berkurangnya lahan perkebunan serta turunnya permintaan angkutan komoditas.

Saat ini, total panjang jalur kereta api yang aktif di Sumatera Utara tercatat 476,46 kilometer. Jaringan itu mencakup jalur cabang menuju Bandara Internasional Kualanamu yang beroperasi sejak 2013, serta jalur cabang ke Pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Dua jalur cabang terakhir berfungsi mendukung mobilitas bahan baku serta hasil industri kawasan tersebut.

Dari Lokomotif Uap ke Diesel BB300

Modernisasi sarana berjalan bertahap melalui proses dieselisasi. Operasional rel yang awalnya didominasi lokomotif uap pada 1958 mulai memasuki era lokomotif diesel seri BB300 pada 1965.

Di era digitalisasi, KAI terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kemudahan akses layanan membuat semakin banyak masyarakat Sumatera Utara memilih kereta api sebagai moda transportasi.

Angkutan Barang Melambung 16 Persen

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, KAI Divre I Sumut mencatat volume angkutan penumpang 1.857.059 pelanggan. Angka itu tumbuh 5 persen dibandingkan periode sama tahun 2025 yang mencatatkan 1.773.706 pelanggan.

Sektor angkutan barang menunjukkan sinyal lebih tajam. Pada periode yang sama, KAI Sumut mengangkut 550.162 ton barang, melambung 16 persen dari Januari–Agustus 2025 sebesar 472.609 ton.

Komoditas utama yang diangkut meliputi bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, crude palm oil (CPO), serta produk industri lainnya.

"Memperingati 81 tahun KAI, kami tidak hanya mengenang sejarah perjalanan perkeretaapian, tetapi juga membuktikan komitmen untuk terus relevan dengan kebutuhan zaman. Melalui peningkatakan kinerja layanan penumpang dan penguatan angkutan barang berbasis digitalisasi serta integrasi antarmoda, KAI Divre I Sumut siap terus menjadi penggerak roda ekonomi dan mobilitas masyarakat Sumatera Utara sambil menjaga warisan sejarah yang ada," kata Anwar.

Reporter: Tengku Syafri
Sumber: sumutpos.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top