SUMATERA UTARA — Mercedes-AMG GT SUV resmi meluncur sebagai model kedua di platform listrik AMG.EA dengan tenaga puncak 860 kW atau setara 1.169 DK pada varian GT 63. SUV performa tinggi ini dikembangkan divisi AMG secara mandiri sejak tahap awal, menandai 59 tahun perjalanan Mercedes-AMG. Varian entry-level GT 53 dibuka pemesanannya 20 Oktober 2026 dengan harga mulai 113.050 euro atau sekitar Rp 1,91 miliar.
Mercedes-AMG mengumumkan jajaran GT SUV sebagai kendaraan besar pertama yang dirancang divisi performa tinggi Mercedes-Benz dari nol, bukan turunan model Mercedes-Benz seri reguler. Model ini mengisi segmen mobil listrik ramah lingkungan dengan platform AMG.EA, arsitektur elektrifikasi khusus yang baru dipakai dua model.
Posisinya menggabungkan dua karakter yang biasanya terpisah: kenyamanan dan kepraktisan SUV besar, dengan respons dan sensasi berkendara mobil sport. AMG menyebut targetnya bukan sekadar SUV cepat, melainkan kendaraan yang tetap emosional saat dikemudikan.
AMG menawarkan GT SUV dalam tiga varian dengan konfigurasi motor berbeda. Varian teratas memakai tiga motor listrik aksial, sementara varian entry-level mengandalkan dua motor sinkron di poros depan dan belakang.
Distribusi torsi ditangani penggerak empat roda AMG Performance 4MATIC+ yang mengatur aliran tenaga ke tiap roda secara adaptif. Sistem ini menjaga traksi dan stabilitas di berbagai kondisi jalan, termasuk saat bermanuver tajam.
GT SUV memakai AMG High Performance Electric Battery dengan teknologi 800 volt dan pendinginan oli langsung di setiap sel silinder. Pendekatan ini menjaga performa tetap konsisten tanpa penurunan daya saat digeber berulang.
Angka 710 kW menempatkan GT SUV di jajaran mobil listrik produksi dengan laju pengisian tercepat saat ini. Catatan pentingnya, kemampuan itu hanya terwujud di charger DC berdaya sangat besar yang belum banyak tersedia di Indonesia.
Sektor pengendalian mengandalkan AMG Active Ride Control+, sistem udara yang menggantikan stabilizer bar konvensional dengan aktuator hidrolik aktif. Sistem ini meredam limbung saat manuver tajam, akselerasi, maupun pengereman.
Kemudi roda belakang hingga 6 derajat melengkapi paket tersebut. Pada kecepatan rendah, roda belakang berlawanan arah roda depan untuk memperkecil radius putar; di kecepatan tinggi, arahnya searah untuk menambah stabilitas.
Bagi penggemar karakter mesin konvensional, AMG menyematkan fitur AMGForce Sport+. Sistem ini mensimulasikan raungan mesin V8 legendaris AMG atau enam silinder, disesuaikan real-time dengan dinamika kendaraan.
Efek suara dipadukan dengan simulasi perpindahan gigi, paddle shifter di lingkar kemudi, dan getaran pada jok. Kombinasi ini dirancang menghadirkan sensasi berkendara yang lebih intens, meniru karakter mobil sport bermesin bakar berperforma tinggi.
AMG membuka pemesanan resmi GT 53 SUV pada 20 Oktober 2026 dengan harga mulai 113.050 euro atau sekitar Rp 1,91 miliar. Varian GT 55 SUV dan GT 63 SUV berada di jajaran lebih tinggi dan baru meluncur awal 2027.
Harga tersebut belum termasuk pajak dan bea masuk jika model ini masuk ke Indonesia. Untuk pasar lokal, mobil listrik impor umumnya dikenai PPN, Bea Masuk, dan PPnBM sesuai regulasi yang berlaku, sehingga harga jual bisa jauh di atas angka Eropa.