Wali Kota Medan Rico Waas Minta Pemuda Patriotik, Gigih, dan Berempati di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98

Penulis: Amrizal Halim  •  Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31:32 WIB
Wali Kota Medan Rico Waas membacakan sambutan Menpora pada upacara Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 di Medan.

MEDAN — Rico Waas menilai patriotisme tidak berhenti pada pengibaran bendera atau upacara seremonial. Nilai itu, katanya, baru bermakna jika tumbuh dari pengenalan terhadap tanah kelahiran dan kota sendiri.

“Bagaimana kita berpatriotik? Ya, kecintaan kita kepada tanah air, mengenal kembali tanah air kita, mengenal kembali tanah kelahiran kita, kota kita. Apabila kita sudah mengenal, sifat-sifat patriotik ini akan menumbuhkan keinginan untuk membela dan membangun bangsanya,” ujar Rico di hadapan peserta upacara.

Daya Juang di Tengah Tekanan Ekonomi dan Bencana

Rico menempatkan kegigihan sebagai sifat kedua yang harus dimiliki pemuda. Ia menyebut tantangan kebencanaan dan persoalan ekonomi sebagai kondisi nyata yang menuntut daya juang, bukan keluhan.

“Dengan segala kondisi yang ada di tengah bangsa kita, masalah-masalah kebencanaan, permasalahan ekonomi dan lain sebagainya, tentu kita harus gigih. Kita harus kuat dengan segala daya upaya kita dan optimistis bahwa bangsa kita bisa maju,” tegasnya.

Optimisme itu, lanjut Rico, perlu dirawat justru saat keadaan tidak mudah. Ia mengajak pemuda tidak ragu menghadapi tantangan dan tetap yakin terhadap masa depan Indonesia.

“Kadang-kadang kita mungkin merasa, mungkinkah kita menjadi negara yang maju dan kuat? Bisa. Yakinlah, kita harus optimistis untuk itu,” tuturnya.

Empati dan Anak yang Belum Bersekolah

Sifat ketiga yang ditekankan Rico adalah empati. Ia menyoroti masih adanya anak-anak di Kota Medan yang belum memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan sebagai persoalan yang butuh kepedulian nyata, bukan sekadar pernyataan.

“Kalau misalnya kita mempunyai sesuatu hal lebih, tentunya kita harus berempati. Begitu banyak masyarakat kita yang masih membutuhkan perhatian, adik-adik kita, bahkan masih banyak anak-anak kita yang belum bersekolah. Jadi, empati kita ini harus bisa dipupuk dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Rico, tiga nilai itu perlu ditanamkan sejak dini karena pemuda hari ini akan mengambil peran sebagai pemimpin bangsa pada masa mendatang. Kemampuan saja tidak cukup tanpa tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama.

Pesan Menpora yang Dibacakan di Upacara

Saat bertindak sebagai inspektur upacara, Rico membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Sambutan itu mengajak generasi muda menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai pedoman membangun karakter bangsa yang patriotik, gigih, dan berempati.

“Patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” demikian petikan sambutan yang dibacakan Rico Waas.

Upacara tersebut diikuti Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fahrurrazi, para asisten, pimpinan perangkat daerah, serta camat se-Kota Medan. Hadir pula anggota Pramuka dan organisasi kepemudaan.

Rico menutup dengan menegaskan bahwa semangat membangun bangsa perlu terus dipupuk menuju Indonesia Emas 2045. Pemuda diharapkan mengambil bagian dalam perubahan melalui karya, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Reporter: Amrizal Halim
Sumber: inimedanbung.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top