MEDAN — Kepala Dinas SDABMBK Kota Medan Khairul Azmi menyatakan pekerjaan subdrain di Jalan TB Simatupang sedang berlangsung. Saluran itu dibangun pada ruas Jalan Pinang Baris, mulai dari sisi SMP Negeri 9 Medan hingga Simpang Jalan Amal–Jalan Pinang Baris, tepat di seberang kantor BKN.
“Pembangunan subdrain di Jalan TB Simatupang sedang kita lakukan. Subdrain ini dibangun untuk mengatasi genangan di Jalan Amal dan sekitarnya. Sebab, kawasan ini memang sering tergenang bila terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi,” ujar Azmi kepada Sumut Pos, Kamis (29/10/2026).
Alur Air Dibelah Menyeberang Jalan Pinang Baris
Sistem saluran dirancang mengalirkan air dari Jalan Amal ke Jalan Pinang Baris. Dari situ, aliran menyeberang ke sisi SMP Negeri 9 Medan sebelum diteruskan menuju Sungai Belawan.
“Artinya, pembangunan subdrain ini dilakukan dengan membelah Jalan Pinang Baris. Dengan begitu, genangan air dari Jalan Amal dapat mengalir ke Jalan Pinang Baris dan menyeberang ke sebelah SMPN 9 sehingga bisa mengalir ke Sungai Belawan,” jelas Azmi.
Pola itu membuat subdrain tidak sekadar menampung air di satu titik. Aliran dari kawasan permukiman padat di Jalan Amal diarahkan keluar kawasan menuju sungai, sehingga genangan tidak bertahan lama di badan jalan.
Sisi Depan SMPN 9 Ditutup, Kendaraan Dialihkan
Dinas SDABMBK menerapkan pekerjaan bertahap pada kedua sisi jalan. Sisi jalan tepat di depan SMP Negeri 9 Medan ditutup sementara untuk mendukung pekerjaan, sementara kendaraan dialihkan melintas melalui sisi seberang sekolah.
Pengaturan itu dipilih untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama pengerjaan. Jalan Pinang Baris termasuk ruas yang ramai, terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah.
Azmi belum menyebut nilai anggaran maupun target waktu penyelesaian subdrain. Pemerintah Kota Medan memposisikan proyek ini sebagai penanganan genangan yang berulang di kawasan Medan Sunggal, bukan program baru tanpa dasar keluhan warga.
Yang Perlu Dipantau Warga Sekitar
Warga Jalan Amal dan pengguna Jalan Pinang Baris perlu mencermati dua hal: apakah genangan benar-benar surut setelah subdrain beroperasi, dan bagaimana rekayasa lalu lintas saat sisi depan SMPN 9 ditutup. Keduanya sama-sama berdampak langsung pada aktivitas harian.
Jika aliran ke Sungai Belawan lancar, kawasan yang selama ini tergenang saat hujan sedang hingga tinggi berpeluang bebas genangan lebih cepat. Namun bila kapasitas sungai ikut penuh saat hujan deras, subdrain hanya memindahkan titik genangan, bukan menghilangkannya.