SUMATERA UTARA — PT ANTAM (Persero) Tbk membukukan laba periode berjalan Rp9,66 triliun hingga September 2026, naik 46 persen dari Rp6,61 triliun pada periode sama tahun lalu. Lonjakan laba emiten tambang pelat merah berkode ANTM itu ditopang penguatan operasional dan strategi komersial di tengah volatilitas harga komoditas dunia.
Paragraf pembuka: Kinerja sembilan bulan pertama 2026 ini juga tercermin dari EBITDA ANTAM yang tumbuh 45 persen menjadi Rp13,48 triliun, dari Rp9,33 triliun pada kuartal III-2025. Manajemen menilai kenaikan itu sebagai bukti efektivitas operasional yang dijalankan perseroan sepanjang tahun.
Laba Usaha Melonjak 53 Persen
Dari laporan keuangan perseroan, laba kotor ANTAM tercatat Rp15,56 triliun atau naik 42 persen dibandingkan Rp10,98 triliun pada periode sembilan bulan pertama tahun lalu. Laba usaha perusahaan melesat lebih tajam, 53 persen, menjadi Rp12,05 triliun dari sebelumnya Rp7,89 triliun.
Sumbangan lain datang dari entitas asosiasi yang membukukan keuntungan Rp300,58 miliar. Angka itu melesat 115 persen dari posisi Rp140,03 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Manajemen menyatakan pertumbuhan tersebut disokong kemampuan perusahaan mengoptimalkan peluang pasar sekaligus memitigasi gejolak harga komoditas dunia. Efeknya, laba bersih per saham dasar ANTAM naik 48 persen menjadi Rp367,78 per saham, dari Rp248,62 per saham.
Neraca Melebar, Kas Menguat
Total aset ANTAM hingga September 2026 terkerek 24 persen menjadi Rp59,74 triliun, dibandingkan posisi akhir September 2025 sebesar Rp48,07 triliun. Ekuitas perusahaan turut meningkat 17 persen menjadi Rp41,22 triliun dari Rp35,20 triliun.
Posisi likuiditas juga terjaga. Kas dan setara kas mencapai Rp10,54 triliun, tumbuh 14 persen secara tahunan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi terkumpul Rp5,06 triliun atau naik 26 persen, ditopang penerimaan kas dari pelanggan yang mencapai Rp87,92 triliun atau tumbuh 29 persen.
Strategi di Balik Kinerja
Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menyampaikan capaian ini menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika industri pertambangan. Menurut dia, perseroan terus memperkuat fundamental bisnis lewat optimalisasi operasional dan penguatan strategi komersial.
“Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Untung dalam keterangan tertulisnya, Rabu (28/10/2026).
Bagi investor, laporan ini menegaskan posisi ANTAM sebagai salah satu emiten pertambangan yang paling diuntungkan oleh permintaan komoditas mineral. Bagi negara sebagai pemegang saham mayoritas, kenaikan laba berpotensi menambah setoran dividen ke kas negara pada tahun buku 2026.