MEDAN — Penilaian tahap nominasi mempertemukan sejumlah kepala daerah yang memaparkan rencana inovatif wilayah masing-masing di hadapan gubernur. Rapat pleno di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, itu dihadiri Plt Kepala Dinas PMD Dukcapil M. Suib, Kepala Bapperida Sumut Dikky Anugrah, dan Kepala Dinas Perkim Rahmat Hidayat Siregar.
Bobby menegaskan esensi KKSB adalah mengonversi persoalan wilayah menjadi peluang ekonomi. Kawasan aliran sungai yang tercemar atau tempat pembuangan sampah liar dinilai punya potensi jika ditata dan diberi nilai tambah.
Kriteria Penilaian: Desa Bermasalah tapi Punya Potensi
Indikator utama program ini bukan desa yang sudah maju, melainkan daerah yang punya masalah sekaligus potensi untuk diselesaikan. Penyelesaian persoalan itu harus menghasilkan tambahan nilai ekonomi bagi warga.
"Ada beberapa indikator penilaian yang harus dipenuhi. Salah satunya desa yang mempunyai permasalahan atau persoalan, namun di dalamnya memiliki potensi," kata Bobby Nasution.
Ia mencontohkan aliran sungai atau anak sungai yang selama ini mengganggu pemandangan. Kondisi itu dianggap masalah, tetapi bisa diubah menjadi penyelesaian yang mendatangkan potensi ekonomi baru.
Dana Rp 50 Miliar untuk Pembangunan Fisik dan Pemberdayaan
Alokasi bantuan khusus dalam program ini mencapai Rp 50 miliar. Dana disiapkan untuk mengakselerasi pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan penerima manfaat.
Statusnya sebagai Program Strategis Daerah membuat KKSB mendapat perhatian anggaran tersendiri di Pemprov Sumut. Penerima manfaat akan ditetapkan lewat seleksi proposal, bukan penunjukan langsung.
Harapan Square di Deli Serdang: Sentra Tanaman Hias Dekat Kualanamu
Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan memaparkan proposal sentra wisata tanaman hias terpadu Harapan Square di Desa Bangun Sari Baru, Kecamatan Tanjungmorawa. Lokasi itu berada di jalur perlintasan menuju Bandara Internasional Kualanamu.
Selama ini pelaku usaha flora di kawasan tersebut beroperasi sporadis tanpa penataan ruang memadai. KKSB diproyeksikan merapikan kawasan sekaligus mendongkrak kesejahteraan pedagang lokal.
"Di kawasan itu, masyarakat sekitar sudah ada yang menjual tanaman hias, namun belum tertata. Sehingga dengan adanya Harapan Square ini lokasinya lebih teratur dan menjadikan nilai tambah," ujar Asri Ludin Tambunan.
Pendapatan perajin dan penjual bunga yang kini berkisar Rp 2 juta sampai Rp 5 juta per bulan diproyeksikan melonjak hingga Rp 10 juta per bulan. Inisiatif ini juga diyakini membuka lapangan kerja bagi warga prasejahtera dan meningkatkan kunjungan pelancong.
Kepala Daerah Lain yang Ikut Memaparkan Proposal
Selain Deli Serdang, hadir memaparkan rencana wilayah masing-masing Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya dan Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan. Keduanya menyampaikan usulan inovatif untuk dinilai dalam pleno nominasi.
Seleksi 45 proposal dari seluruh kabupaten dan kota se-Sumut menandai tahap penjaringan sebelum pemenang ditetapkan. Setiap daerah bersaing menunjukkan kemampuan mengubah