SUMATERA UTARA — Srikandi PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Barat menggelar "Ruang Cerita Ibu" di Kantor PLN UID Kalbar, Selasa (20/10), dengan 60 peserta dari kalangan pengemudi ojek online perempuan hingga ibu rentan komunitas PEKKA. Program Women Support Women ini menjadi ruang aman bagi perempuan untuk berbagi cerita dan saling menguatkan, sekaligus menyalurkan bantuan usaha untuk kemandirian ekonomi.
Ruang Cerita Ibu menghadirkan 60 peserta dari empat kelompok berbeda. Sebanyak 10 pengemudi ojek online perempuan, 30 ibu rentan dari komunitas Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), 10 anggota Persatuan Istri Karyawan dan Karyawati (PIKK), serta 10 Srikandi PLN UID Kalimantan Barat duduk dalam satu forum yang sama. Komposisi peserta sengaja dibuat lintas latar belakang agar pertemuan tidak berhenti jadi acara seremonial internal perusahaan.
Kegiatan berlangsung di Ruang Integritas Kantor PLN UID Kalimantan Barat. Formatnya dirancang sebagai ruang aman bagi perempuan untuk berhenti sejenak dari rutinitas, mendengarkan diri sendiri, dan memaknai kembali perannya sebagai perempuan dan ibu.
Mengapa PLN Menyasar Ibu dan Pengemudi Ojek Online
Ketua Srikandi PLN UID Kalimantan Barat, Rahayu Arimbi, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian Srikandi PLN dalam menciptakan ruang kebersamaan bagi perempuan. Menurutnya, kelompok yang diundang adalah mereka yang sehari-hari menanggung beban ganda: mencari nafkah sekaligus mengurus keluarga.
"Melalui program ini, kami ingin menyalakan energi positif dari para ibu agar mereka dapat saling menguatkan, menemukan kembali kepercayaan diri, serta semakin tangguh dalam menjalankan berbagai peran di keluarga maupun lingkungan," ujar Arimbi.
Pengemudi ojek online perempuan dan ibu dari komunitas PEKKA dipilih karena keduanya menghadapi tekanan ekonomi yang nyata. PEKKA menaungi perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga sendirian, sementara pengemudi ojek online perempuan bekerja di sektor yang menuntut jam panjang dan kerap rentan terhadap risiko di jalan.
Sesi Pemulihan Diri dan Bantuan Usaha
Srikandi PLN UID Kalimantan Barat menghadirkan KRAy Febri Hapsari Dipokusumo, Founder sekaligus Direktur dan Motivation Trainer utama FHD Motivation, untuk memandu sesi penguatan dan pemulihan diri. Peserta diajak menghidupkan kembali rasa cinta dan penghargaan terhadap diri sendiri, serta menyusun komitmen menjalankan peran di kehidupan dan keluarga.
Materi motivasi itu dilengkapi dukungan konkret. Pada kegiatan yang sama, Srikandi PLN menyalurkan bantuan usaha kepada pengemudi ojek online perempuan dan anggota PEKKA sebagai dorongan terhadap kemandirian ekonomi mereka. Bantuan modal usaha dinilai lebih menyentuh kebutuhan riil dibanding sekadar sesi ceramah.
Respons Pemerintah Daerah
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Hj. Marlyana, M.Si, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap program pemberdayaan perempuan seperti Ruang Cerita Ibu bisa berlanjut lewat sinergi berbagai pihak.
"Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya memberikan penguatan kepada perempuan, tetapi juga membuka ruang kebersamaan dan kepedulian. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau semakin banyak perempuan yang membutuhkan dukungan," ungkap Marlyana.
Dukungan pemerintah daerah memberi program ini jalur untuk diperluas. Sebab, jangkauan 60 peserta dalam satu hari masih kecil dibanding jumlah perempuan kepala keluarga di Kalimantan Barat yang butuh pendampingan serupa.
Lewat Ruang Cerita Ibu, Srikandi PLN UID Kalimantan Barat menegaskan komitmen menghadirkan program pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Bagi PLN sebagai BUMN, kegiatan semacam ini memperluas peran perusahaan dari penyedia listrik menjadi penggerak sosial di wilayah operasinya — dengan perempuan sebagai titik masuknya.