PALUTA — Sosialisasi pendidikan pemilih berkelanjutan KPU Paluta menyasar pelajar sebagai pemilih pemula. Tohong menyampaikan materi jurnalistik pemilu dengan pendekatan yang disesuaikan kondisi peserta. Ia menekankan pentingnya kemampuan mengenali fakta di balik informasi yang beredar.
Materi pelatihan mencakup cara mendeteksi berita bohong atau hoaks. Para pelajar juga diminta ikut mengawal proses demokrasi dengan menyebarkan informasi pemilu yang benar.
“Saring Dulu Baru Di-sharing”
Tohong mengingatkan pelajar agar tidak berhenti pada aktivitas menggunakan media sosial. Menurutnya, pengguna media sosial perlu aktif mencari dan memverifikasi fakta.
“Para siswa jangan hanya aktif menggunakan media sosial, tetapi juga aktif mengenali dan mencari fakta di balik informasi. Saring dulu baru di-sharing,” ujar Tohong.
Pesan itu menyasar kebiasaan pelajar yang kerap meneruskan konten tanpa memeriksa sumbernya. Verifikasi disebut sebagai kunci agar informasi pemilu tidak berubah menjadi hoaks di grup percakapan maupun linimasa.
KPU Paluta Minta Pelajar Jadi Garda Terdepan Informasi Pemilu
Ketua KPU Paluta Raja Dolok Harahap melalui Komisioner KPU Paluta, Parulian Siregar, membuka kegiatan tersebut. Parulian meminta peserta menyebarkan informasi tentang pentingnya pemilu ke lingkungan sekitar.
“Kami berharap kalianlah menjadi garda terdepan untuk menyebarkan informasi mengenai pentingnya pemilu dan demokrasi di Paluta,” pesan Parulian.
Harapan itu menyasar peran pelajar sebagai penghubung informasi antara penyelenggara pemilu dan masyarakat di kampung masing-masing. Partisipasi warga dinilai bergantung pada seberapa jauh informasi pemilu sampai ke tingkat RT dan lingkungan sekolah.
Sekolah Sambut Baik Inisiatif KPU
Pihak Yayasan Hj. Nursehan Siregar melalui Wakil Kepala Sekolah SMKS Tondini Nusantara, Seri Mawarni Harahap, S.Pd., hadir mewakili sekolah. Ia mengapresiasi inisiatif KPU Paluta menggelar sosialisasi di sekolahnya.
“Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena pelajar merupakan pemilih pemula yang peranannya sangat penting dalam menentukan arah demokrasi ke depan,” ungkap Seri Mawarni.
Dukungan sekolah menandai kesiapan lembaga pendidikan menjadi mitra penyelenggara pemilu dalam membekali pemilih pemula. Sosialisasi semacam ini menyasar pelajar yang baru pertama kali akan menggunakan hak pilihnya pada pemilu berikutnya.