Pencarian

Periklindo: Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar Kendaraan Listrik Asing

Rabu, 28 Oktober 2026 • 16:33:31 WIB
Periklindo: Indonesia Jangan Cuma Jadi Pasar Kendaraan Listrik Asing
Ketua Umum Periklindo Moeldoko menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar kendaraan listrik asing.

SUMATERA UTARA — Ketua Umum Periklindo Moeldoko menegaskan Indonesia tidak boleh sekadar menjadi pasar bagi produsen kendaraan listrik asing. Dengan wilayah luas dan populasi besar, Indonesia dinilai punya modal untuk membangun industri EV dalam negeri sendiri. Seruan itu disampaikan saat membuka Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) di Jakarta.

Moeldoko menyampaikan peringatan itu di hadapan peserta konferensi industri kendaraan listrik. Ia menilai kekayaan pasar domestik yang besar justru berisiko membuat Indonesia hanya menjadi konsumen produk impor bila tidak ada keterlibatan aktif dari berbagai pihak.

Modal Wilayah dan Populasi yang Belum Dimaksimalkan

Menurut Moeldoko, Indonesia memiliki dua aset utama untuk mengembangkan industri kendaraan listrik: wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang besar. Dua modal itu dinilai cukup untuk membangun daya saing, bukan hanya menunggu produk jadi dari luar negeri.

Ia mengakui Indonesia sedikit terlambat merespons perkembangan kendaraan listrik dibanding negara lain. Karena itu, memperluas pemahaman masyarakat dan mendorong keterlibatan berbagai sektor menjadi pekerjaan yang harus dipercepat.

Regulasi Pendukung Sudah Ada, Eksekusi Jadi Kunci

Pemerintah telah menerbitkan sejumlah aturan untuk mempercepat program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 yang kemudian diubah lewat Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2023 menjadi payung utamanya.

Ada pula Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2022 yang mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai kendaraan dinas operasional pemerintah pusat dan daerah. Regulasi itu dinilai menjadi bagian dari upaya mempercepat pengembangan ekosistem EV di Indonesia.

Kolaborasi Lintas Sektor dan SDM Jadi PR Bersama

Moeldoko menekankan pembangunan industri kendaraan listrik tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah atau sektor swasta. Perguruan tinggi, peneliti, dan sektor terkait lainnya perlu bergerak bersama menghasilkan gagasan serta inovasi.

Pengembangan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, juga menjadi sorotan. Menurutnya, anak muda perlu dibekali kemampuan agar mampu berkontribusi dalam pembangunan industri kendaraan listrik nasional.

Periklindo sendiri disebut terus melakukan sosialisasi untuk meningkatkan partisipasi berbagai pihak. Upaya itu dilakukan agar pengembangan ekosistem kendaraan listrik berjalan lebih cepat dan tidak berhenti di tataran regulasi.

Kenapa Momentum Ini Penting bagi Industri Otomotif Nasional

Persaingan dengan industri kendaraan konvensional yang sudah lebih dulu berkembang disebut menjadi tantangan besar. Moeldoko menilai peralihan menuju kendaraan listrik adalah peluang untuk memperkuat keterlibatan Indonesia di industri otomotif masa depan.

Tanpa keterlibatan itu, Indonesia berisiko terus bergantung pada produk dari luar negeri. Peringatan itu menjadi pesan utama dalam pembukaan konferensi yang mempertemukan pelaku industri, akademisi, dan pembuat kebijakan tersebut.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks