Pencarian

Bill Gates Sesali Ctrl+Alt+Del, Sebut Kombinasi Tombol Itu Kesalahan

Rabu, 28 Oktober 2026 • 14:03:31 WIB
Bill Gates Sesali Ctrl+Alt+Del, Sebut Kombinasi Tombol Itu Kesalahan
Bill Gates menyebut kombinasi Ctrl+Alt+Del sebagai kesalahan desain yang seharusnya diganti satu tombol khusus.

SUMATERA UTARA — Bill Gates menyebut Ctrl+Alt+Del sebagai kesalahan desain yang seharusnya diganti satu tombol khusus. Penyesalan pendiri Microsoft itu muncul karena kombinasi tiga tombol tersebut awalnya dibuat insinyur IBM untuk restart PC, bukan untuk keamanan. Hingga Windows 11, kombinasi yang sama masih dipakai membuka layar keamanan.

David Bradley menciptakan kombinasi Ctrl+Alt+Del pada 1981 saat mengerjakan IBM Personal Computer di Boca Raton, Florida. Ia termasuk dari "Original 12" insinyur yang membangun perangkat tersebut dan menulis ROM BIOS, kode tingkat rendah yang menjalankan mesin sebelum program lain dimuat.

Komputer prototipe kala itu kerap membeku. Bradley kepada Computerworld pada 2007 menggambarkan frekuensinya ekstrem: bisa setiap hari, setiap jam, bahkan setiap lima menit. Mematikan lalu menyalakan ulang PC memaksa pengguna menunggu proses power-on self-test (POST) selesai.

Dari Tombol Restart Menjadi Kunci Keamanan

Bradley lalu membuat rutin agar PC bisa dimulai ulang lewat papan ketik tanpa melewati POST. "Alih-alih menunggu satu menit untuk menyalakan kembali PC, prosesnya menjadi jauh lebih cepat," ujarnya. Menurut Lemelson-MIT, gagasan itu muncul hanya dalam beberapa menit dan awalnya ditujukan bagi pemrogram serta penyusun dokumentasi.

The Register pada 2013 mencatat tombol ketiga semula direncanakan Esc, sebelum diganti Delete. Di papan ketik IBM PC orisinal, Ctrl dan Alt berada di sisi kiri sementara Delete di papan angka paling kanan, sehingga reboot menuntut dua tangan.

Microsoft kemudian memakai kombinasi itu untuk urusan berbeda. Windows NT 3.1 yang rilis 1993 membutuhkan secure attention sequence (SAS), kombinasi yang tidak bisa dicegat aplikasi apa pun. Larry Osterman dari Microsoft menuturkan arsitek keamanan NT, Jim Kelly, menemukan bahwa satu-satunya kombinasi yang belum dipakai aplikasi saat itu adalah Ctrl+Alt+Del.

Mengapa Gates Menyalahkan Perancang Papan Ketik IBM

Dalam acara peluncuran Harvard Campaign pada 21 September 2013, David Rubenstein dari Carlyle bertanya mengapa pengguna harus menekan tiga tombol sekaligus. Gates menjelaskan perlunya tindakan pada papan tik yang memberi sinyal ke lapisan perangkat lunak sangat rendah, memastikan sistem operasi yang dimuat memang yang diharapkan.

Gates lantas melempar tanggung jawab ke IBM. "Sebenarnya kita bisa saja menggunakan satu tombol khusus, tetapi perancang papan tik IBM tidak mau memberikannya kepada kita," katanya. Ia menyebut keputusan itu sebagai kesalahan.

Empat tahun berselang di Bloomberg Global Business Forum 2017, Rubenstein mengungkit hal serupa. Gates menjawab bahwa ia akan mengubahnya menjadi operasi satu tombol jika diberi kesempatan melakukan satu perubahan kecil.

Kritik atas Ingatan Gates

Versi Gates menghadapi catatan sejarah yang tidak sepenuhnya mendukung. Windows NT 3.1 baru dirilis 12 tahun setelah IBM PC, dan Microsoft sendiri menyertakan tombol Windows pada papan tik sejak 1994 lewat Natural Keyboard.

Ars Technica memberi komentar tajam: "Jika Bill Gates benar-benar menganggap Ctrl+Alt+Del sebagai sebuah kesalahan, seharusnya ia sendiri yang memperbaikinya." Bradley sendiri pernah bercanda soal popularitas kombinasi itu saat perayaan ulang tahun ke-20 IBM PC pada 2001, dalam satu panel bersama Gates.

Di sisi lain, warisan teknis kombinasi tersebut bertahan jauh melampaui zamannya. Windows 11 pada 2026 masih memakainya untuk membuka layar keamanan, menjadikan Ctrl+Alt+Del salah satu kombinasi papan tik paling awet dalam sejarah komputasi personal.

Follow kabarsumut.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks