SUMATERA UTARA — Cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Utara beberapa waktu lalu menyebabkan kerusakan pada jaringan transmisi 275 kilovolt (kV) Galang – Simangkuk. Akibatnya, pasokan listrik ke sejumlah wilayah terganggu dan PLN terpaksa menerapkan manajemen beban alias pemadaman bergilir.
General Manager PLN UID Sumatera Utara, Mundhakir, mengungkapkan bahwa tim teknis bekerja keras memulihkan infrastruktur vital tersebut. "Dengan keberhasilan tersebut, pasokan listrik di Sumatera Utara kembali normal dan pengaturan pasokan melalui manajemen beban tidak lagi dilakukan," ujarnya di Medan, Kamis.
Data PLN mencatat, selain 735.406 pelanggan, dampak pemulihan ini juga dirasakan oleh 74 penyulang dan 6.536 gardu distribusi yang sebelumnya mati. Kini seluruhnya telah menyala 24 jam nonstop.
Kunci Pemulihan: Jaringan Interkoneksi Sumatera Tersambung Kembali
Titik krusial dalam proses pemulihan adalah tersambungnya kembali jaringan transmisi 275 kV Galang – Simangkuk ke sistem interkoneksi Sumatera. Ini adalah jalur utama distribusi listrik antarwilayah di Pulau Sumatera.
Mundhakir menyebut, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi faktor kunci percepatan. “Kolaborasi itu juga menjadikan sistem kelistrikan Sumut dapat kembali normal lebih cepat dari estimasi,” tuturnya. PLN mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, TNI, Polri, dan pemerintah daerah setempat.
PLN Pastikan Keandalan, Masyarakat Bisa Lapor Via Aplikasi
Pasca-pemulihan, PLN berkomitmen memperkuat infrastruktur kelistrikan. Evaluasi menyeluruh terus dilakukan untuk mencegah gangguan serupa di masa depan.
Bagi pelanggan yang masih mengalami kendala atau ingin melaporkan gangguan, PLN menyediakan kanal resmi. Masyarakat dapat mengakses aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center PLN 123.
Pemulihan cepat ini menjadi sinyal positif bagi iklim investasi dan aktivitas ekonomi di Sumatera Utara yang sempat terhambat akibat pemadaman. PLN memastikan pasokan kini andal dan siap mendukung kebutuhan masyarakat selama periode Idul Fitri dan seterusnya.