Spotify resmi menonaktifkan ikon disco ball yang sempat menuai hujatan dari pengguna di seluruh dunia. Namun, jika Anda hanya mendengarkan musik melalui PC, Anda bahkan tidak pernah melihat ikon tersebut sama sekali. Fakta ini, seperti dilaporkan Windows Central, menjadi petunjuk jelas bagaimana Spotify memandang platform Windows 11: sebagai warga negara kelas dua.
Ikon Sementara yang Membelah Pengguna
Ikon disco ball itu merupakan bagian dari kampanye Spotify 20: Your Party of the Year(s), sebuah pengalaman interaktif yang memungkinkan pengguna melihat hari pertama mereka menggunakan Spotify, total lagu yang didengarkan, lagu pertama yang diputar, dan artis paling sering diputar. Fitur ini, lagi-lagi, hanya tersedia di perangkat seluler.
Pengguna Windows 11 tidak bisa ikut merayakan sejarah mendengarkan musik mereka. Mereka juga luput dari kontroversi ikon tersebut — atau justru beruntung, tergantung sudut pandang. Spotify sendiri mengakui perubahan itu hanya sementara. "Kami tahu glitter bukan untuk semua orang. Masa keemasan kami akan segera berakhir," tulis Spotify pada 17 Mei tahun lalu.
Bukan Sekadar Ikon, Ini Pola Perlakuan
Windows 11 bukan satu-satunya yang ditinggalkan. Sebagian pengguna Android juga tidak mendapatkan ikon disco ball, karena peluncurannya tidak merata. Namun, pola ini sudah berulang: kampanye jangka pendek Spotify hampir selalu melewatkan Windows 11. Masalahnya bukan hanya satu ikon, melainkan fakta bahwa versi desktop Spotify terasa beku dan tidak berkembang.
Aplikasi Windows 11 kekurangan pembaruan antarmuka modern dan pengaturan bawaan seperti equalizer audio — fitur yang sudah menjadi standar di aplikasi kompetitor. Widget Spotify di Windows 11 juga disebut "memalukan" karena tidak menampilkan daftar putar atau kontrol audio pengguna, hanya segelintir daftar putar tren.
Pengguna PC Layak Mendapatkan Perlakuan yang Sama
Permintaan dari pengguna PC akan fitur interaktif sebenarnya jelas terlihat. Spotify akhirnya membawa pengalaman Wrapped yang fungsional ke desktop setelah bertahun-tahun hanya eksklusif di ponsel. Namun, untuk kampanye-kampanye lain, pengguna PC masih kerap dilupakan.
"Meskipun Anda membenci ikon disco ball, Anda seharusnya bisa membencinya bersama orang lain, bukan malah ditinggalkan," tulis Sean Endicott, editor aplikasi Windows Central. Pernyataan ini menangkap kekecewaan komunitas pengguna Windows yang merasa kontribusinya sebagai basis pelanggan tidak sebanding dengan perhatian yang diberikan Spotify.
Hingga berita ini diturunkan, Spotify belum memberikan pernyataan resmi mengenai ketimpangan fitur antara versi seluler dan desktop, khususnya untuk Windows 11. Pola ini menimbulkan pertanyaan besar: kapan Spotify akan benar-benar menganggap serius pengguna PC?