MEDAN — Pembukaan Pekan KHAS V ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota Medan. Rico Waas menegaskan, Kota Medan memiliki reputasi sebagai destinasi kuliner unggulan yang harus dijaga. Ia meminta para peserta untuk menghadirkan kekhasan yang membedakan acara ini dari bazar UMKM pada umumnya.
Bukan Sekadar Bazar, Harus Tampilkan Ikon Kuliner Medan
“Saya minta acara ini jangan hanya seperti bazar biasa. Harus ada kekhasan yang ditampilkan. Apa yang membedakan Pekan KHAS ini dengan bazar UMKM lainnya? Kita harus menonjolkan kuliner yang memang menjadi ikon khas Kota Medan,” kata Rico Waas dalam sambutannya.
Menurutnya, label “KHAS” yang merujuk pada Halal, Aman dan Sehat bukan sekadar slogan tanpa makna. Ia memastikan setiap stan yang hadir telah memenuhi standar kualitas dan kehalalan produk.
Sertifikasi Halal Gratis Dorong Daya Saing UMKM
Rico Waas juga menekankan pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas peluang usaha. “Kami pastikan semua kuliner yang ada di sini halal, serta proses penyajian yang higienis dan aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemko Medan, melalui Dinas Koperasi, masih menyediakan kuota sertifikasi halal gratis bagi para pelaku UMKM. “Saya imbau para pelaku UMKM untuk segera memanfaatkannya sebelum kuota habis dan beralih menjadi berbayar,” imbau Rico Waas.
Pekan KHAS V Berlangsung Hingga 16 Juni 2026
Ajang yang akan berlangsung hingga 16 Juni mendatang ini diikuti 68 stan UMKM kuliner terpilih. Rico Waas berharap, melalui Pekan KHAS V, pelaku usaha kuliner Medan tidak hanya mampu bertahan, tetapi mampu naik kelas dengan produk yang terjamin kehalalannya, aman dikonsumsi, dan semakin dicintai masyarakat.
Acara pembukaan turut dihadiri Ketua MUI Kota Medan Hasan Matsum, unsur Forkopimda Kota Medan, para pimpinan perangkat daerah, serta para camat.