MEDAN — Sebanyak 270 orang yang terdiri dari peserta dan pendamping resmi dilepas Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution untuk berlaga di Pesparawi Nasional XIV. Ajang paduan suara gerejawi tingkat nasional itu akan berlangsung pada 18–28 Juni 2026 di Manokwari, Papua Barat.
Bobby menargetkan Sumatera Utara mampu mempertahankan gelar juara umum yang diraih pada edisi sebelumnya di Yogyakarta. Ia meminta seluruh kontingen menjaga fokus dan disiplin selama bertanding.
“Harapan kami, kontingen Sumut bisa kembali membawa pulang Piala Presiden sebagai juara umum. Berangkatlah dengan penuh konsentrasi dan fokus,” ujar Bobby di hadapan para peserta dan pendamping, Senin.
Bukan Sekadar Lomba, Ada Misi Moderasi Beragama
Dalam sambutannya, Bobby menegaskan Pesparawi bukan ajang perlombaan biasa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang memperkuat moderasi beragama dan mempererat persatuan bangsa.
“Tunjukkan kemampuan terbaik, berjuang dengan semangat, dan pulang membawa kebanggaan bagi Sumatera Utara,” imbuhnya.
Pesparawi Nasional XIV tahun ini mengusung tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan”. Bobby berharap Sumut bisa mengambil peran lebih besar pada penyelenggaraan mendatang.
“Kalau nanti ada penentuan tuan rumah berikutnya, sampaikan bahwa Provinsi Sumatera Utara siap menjadi tuan rumah Pesparawi selanjutnya. Pemerintah Provinsi Sumut siap mendukung penuh pelaksanaannya,” katanya.
12 Kategori Lomba, Kontingen Berangkat Bertahap
Ketua Panitia Rombongan Kontingen Sumut, Pdt Berkat Kurniawan Laoli, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sumut. Ia menjelaskan kontingen akan bertanding di 12 kategori lomba.
Perwakilan peserta berasal dari Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Simalungun, Toba, dan Nias Utara. Keberangkatan dilakukan secara bertahap karena mempertimbangkan efisiensi akomodasi dan keterbatasan rute penerbangan menuju Manokwari.
“Selain menargetkan medali emas pada 12 kategori lomba, keikutsertaan Sumut juga menjadi bagian dari misi pelayanan iman melalui musik gerejawi serta mempererat persaudaraan antarumat beragama di tingkat nasional,” pungkas Pdt Berkat.