Pencarian

Swedia Minta Uni Eropa Tolak Tesla FSD Jika Fitur Ngebut Melebihi Batas Kecepatan Tidak Dihilangkan

Jumat, 19 Juni 2026 • 00:20:01 WIB
Swedia Minta Uni Eropa Tolak Tesla FSD Jika Fitur Ngebut Melebihi Batas Kecepatan Tidak Dihilangkan
Otoritas Transportasi Swedia menolak fitur Speed Offset Tesla FSD yang memungkinkan melaju di atas batas kecepatan.

SUMATERA UTARA — Swedia bergerak sendiri di antara negara-negara Nordik yang resah. Lewat surat yang sebelumnya tidak dipublikasikan, Otoritas Transportasi Swedia menegaskan bahwa fitur Speed Offset pada FSD — yang memungkinkan pengemudi memilih margin kecepatan di atas batas resmi — adalah pelanggaran serius terhadap prinsip keselamatan.

"Mengizinkan sistem otomatis secara sistematis melampaui batas kecepatan legal berisiko merusak kerangka hukum dan manfaat keselamatan yang diharapkan dari otomatisasi kendaraan," bunyi surat tersebut kepada TCMV.

Kesimpulannya tegas: jika Tesla tidak menghapus kemampuan melaju di atas batas kecepatan, komite diminta menolak proposal perluasan FSD ke seluruh Uni Eropa.

Mengapa Fitur Ngebut Ini Jadi Masalah Besar di Eropa

Di Amerika Utara, melaju sedikit di atas batas kecepatan dianggap wajar. Tapi di Eropa — khususnya Swedia, Finlandia, dan Norwegia — batas kecepatan adalah hukum yang ditegakkan ketat. Speed Offset FSD, yang sengaja memberi pengemudi kendali untuk melanggar aturan, langsung berbenturan dengan budaya regulasi di sana.

Finlandia dan Norwegia sudah menyuarakan kekhawatiran serupa, tidak hanya soal kecepatan tapi juga performa FSD di jalanan bersalju dan es yang menjadi rutinitas di kawasan Nordik.

Proses Voting yang Bisa Menggagalkan Target Elon Musk

FSD Supervised sebenarnya sudah mendapat persetujuan nasional dari regulator Belanda (RDW) pada April lalu. RDW kini mengajukan perluasan ke seluruh Uni Eropa. Tapi persetujuan nasional bukan jaminan. Untuk lolos di tingkat Uni Eropa, TCMV membutuhkan suara setuju dari 55% negara anggota yang mewakili 65% populasi Uni Eropa.

Posisi Swedia yang resmi menolak — bukan sekadar skeptis — bisa menjadi preseden. Lithuania, Estonia, Belgia, dan Denmark memang sudah memberikan lampu hijau secara nasional, membuat peta persetujuan FSD di Eropa timpang. Tapi satu suara keras dari Swedia cukup mempersulit RDW meraih qualified majority.

Waktu pengajuan juga tidak menguntungkan Tesla. Pekan lalu, terungkap bahwa Tesla menyajikan data keselamatan FSD yang menyesatkan kepada regulator Eropa, termasuk klaim bahwa FSD bisa "menyelamatkan 32.000 nyawa" — angka yang oleh peneliti independen disebut didasarkan pada perbandingan tidak valid.

Nasib FSD di Tengah Penurunan Penjualan Tesla Eropa

Elon Musk memproyeksikan FSD tersedia di seluruh Uni Eropa pada musim panas 2026. Target itu kini terlihat sulit tercapai. Penjualan Tesla di Eropa ambruk pada 2025, dipicu reaksi publik terhadap aktivitas politik Musk. BYD bahkan sudah beberapa bulan mengungguli Tesla di pasar Eropa.

Memasuki 2026, penjualan Tesla mulai pulih, tapi lebih karena harga BBM yang tinggi daripada ketersediaan FSD. Surat Swedia menambah beban baru di saat Tesla justru membutuhkan kabar baik.

Apa yang Harus Dilakukan Tesla?

Swedia pada dasarnya memberi jalan keluar sederhana: matikan fitur yang melanggar hukum, dan negosiasi bisa dilanjutkan. "Perbaikannya sepele. Matikan bagian yang melanggar aturan, dan kita bisa bicara," tulis Electrek dalam analisisnya.

Tesla belum memberikan tanggapan resmi atas laporan Reuters tersebut. Keputusan TCMV pada 30 Juni mendatang akan menjadi penentu apakah FSD benar-benar bisa mengaspal di seluruh Eropa — atau hanya jadi fitur mahal di beberapa negara saja.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks