MEDAN — Kawasan Wisata Air Panas Karo di Desa Semangat Gunung bakal memiliki dua jalur akses baru yang dirancang memecah kemacetan di Berastagi sekaligus menaikkan daya saing destinasi. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menyebut pembangunan infrastruktur ini berjalan beriringan dengan komitmen menghapus pungutan yang selama ini menjadi polemik berulang.
Dua Jalur Baru untuk Memecah Kemacetan
Bupati Karo Antonius Ginting merinci dua jalur yang akan dibangun. Pertama, ruas Penatapan Berastagi menuju Desa Semangat Gunung. Kedua, jalur dari Jaranguda, Berastagi, langsung ke Desa Semangat Gunung.
“Orang dari Medan bisa langsung ke lokasi tanpa harus ke Daulu dulu dan yang dari Simalungun, Aceh Tenggara bisa dari Jaranguda. Ini juga akan membantu memecah kemacetan lalu lintas,” kata Antonius Ginting.
Pungutan Dihapus, Retribusi Beralih ke Pelaku Usaha
Pemprov Sumut dan Pemkab Karo telah sepakat menghentikan pungutan kepada wisatawan. Menurut Bobby Nasution, kebijakan ini menjadi langkah awal untuk menaikkan kelas objek pariwisata.
“Kita sudah komitmen tidak ada lagi pungutan kepada pengunjung. Ini menjadi langkah awal untuk menaikkan kelas objek pariwisata kita, kemudian akses yang lebih mudah juga sangat penting,” ujar Bobby Nasution.
Alih-alih membebani pengunjung, retribusi akan dibebankan kepada pelaku usaha melalui pajak restoran, penginapan, tempat pemandian, parkir, dan sektor usaha lainnya. Antonius Ginting menyebut para pelaku usaha telah menyepakati skema tersebut.
“Retribusinya dari situ, kemudian masyarakat kita yang akan bekerja di sana nanti seperti parkir, pengutip retribusi, petugas kebersihan, dan lainnya, kita alihkan mereka ke pekerjaan yang profesional,” jelas Antonius.
Kampung Wisata: Sentra Oleh-Oleh dan Food Court
Selain akses dan retribusi, Bobby Nasution mendorong pembentukan kampung wisata di kawasan Air Panas Karo. Kawasan itu dirancang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat melalui sentra oleh-oleh, food court, dan usaha pendukung pariwisata lainnya.
“Bisa memanfaatkan CSR pelaku usaha di sana mungkin, dari beberapa pelaku usaha mengumpulkan dana CSR yang digunakan untuk membangun kampung wisata dan pengelolanya masyarakat,” kata Bobby Nasution.
Hadir dalam pertemuan itu Asisten Pemerintahan Sumut Basarin Yunus Tanjung, Kepala Dinas BMBK Sumut Chandra Dalimunthe, Kepala Diskominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Sekda Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, serta jajaran OPD terkait.