MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pembangunan dua akses alternatif menuju objek wisata pemandian air panas Sidebuk Debuk di Desa Semangat Gunung, Kabupaten Karo. Keputusan ini diumumkan Gubernur Bobby Nasution usai menerima Bupati Karo Antonius Ginting di Kantor Gubernur Sumut, Senin.
Bobby mengatakan, pembukaan jalur baru ini merupakan langkah awal menaikkan kelas objek pariwisata unggulan Sumut. Sebelumnya, pemprov telah menghapus berbagai retribusi yang dibebankan kepada pengunjung.
"Kita sudah komitmen tidak ada lagi pungutan kepada pengunjung. Ini langkah awal menaikkan kelas objek pariwisata kita, kemudian akses yang lebih mudah juga sangat penting," kata Bobby.
Dua Jalur Baru untuk Urai Kemacetan Berastagi
Bupati Karo Antonius Ginting menjelaskan, dua jalur baru ini tidak hanya mempermudah akses wisatawan. Ia juga berharap proyek ini membantu mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Berastagi dan sekitarnya, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.
Jalur pertama menghubungkan kawasan Penatapan Berastagi dengan Desa Semangat Gunung. Sementara jalur kedua menyambungkan Jaranguda Berastagi dengan desa yang sama.
"Jadi yang dari Medan bisa langsung ke lokasi tanpa harus ke Daulu dahulu. Dari Simalungun, dan Aceh Tenggara bisa dari Jaranguda. Ini juga membantu memecah kemacetan lalu lintas," tegas Antonius.
Kampung Wisata dan Skema Retribusi Baru
Selain infrastruktur jalan, Bobby Nasution mendorong Pemerintah Kabupaten Karo membentuk kampung wisata di lokasi pemandian air panas Sidebuk Debuk. Kawasan ini direncanakan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Kampung wisata akan dilengkapi sentra oleh-oleh, area penjual makanan, dan berbagai usaha pendukung lainnya. Pengelolaannya diserahkan sepenuhnya kepada warga sekitar.
"Bisa memanfaatkan CSR para pelaku usaha di sana mungkin. Beberapa pelaku usaha mengumpulkan dana CSR yang digunakan membangun kampung wisata, dan pengelolanya masyarakat," ujar Bobby.
Skema retribusi ke depan akan dibebankan langsung kepada pelaku usaha lewat pajak restoran, penginapan, tempat pemandian, parkir, dan usaha lainnya. Bupati Antonius menyebut, warga yang sebelumnya bekerja sebagai juru parkir atau pengutip retribusi akan dialihkan ke pekerjaan yang lebih profesional.
"Retribusinya dari situ. Kemudian masyarakat kita akan bekerja di sana, seperti parkir, pengutip retribusi, petugas kebersihan, dan lainnya. Kita alihkan mereka ke pekerjaan yang profesional," jelas Antonius.