Pencarian

Angkot Bawa 14 Santri Terjun ke Jurang 50 Meter di Madina, Empat Orang Luka Ringan

Selasa, 23 Juni 2026 • 19:17:31 WIB
Angkot Bawa 14 Santri Terjun ke Jurang 50 Meter di Madina, Empat Orang Luka Ringan
Angkot membawa 14 santri terjun ke jurang 50 meter di Desa Parbangunan, Madina.

MADINA — Empat orang mengalami luka ringan setelah angkot yang membawa 14 santri terjun ke jurang sedalam sekitar 50 meter di Jalan Umum KM 9-10 jurusan Panyabungan-Kotanopan, tepatnya di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan. Kecelakaan terjadi pada Senin (22/6) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kendaraan bernomor polisi BB 1918 HB itu mengangkut rombongan santri dari Pondok Pesantren Musthafawiyah Purba Baru. Sopir angkot, Maruli Cahyono (34), warga Desa Mompang Julu, Kecamatan Panyabungan Utara, menjadi salah satu korban luka.

Kronologi: Sopir Hendak Menyalip, Angkot Oleng ke Jurang

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Mandailing Natal, Iptu Sumardi, menjelaskan kecelakaan bermula saat kendaraan mencoba mendahului kendaraan lain di ruas jalan menikung ke kiri. “Dari arah berlawanan datang kendaraan lain sehingga sopir berupaya menghindar, namun kehilangan kendali dan terjatuh ke jurang di sisi kiri jalan,” kata Sumardi, Selasa.

Salah seorang penumpang, Abdul Bais (15), membenarkan bahwa angkot berusaha menyalip truk. “Angkot sempat oleng sebelum akhirnya jatuh ke bawah,” ujarnya.

Empat Korban Luka, Angkot Ringsek Parah

Akibat kejadian tersebut, kendaraan mengalami kerusakan berat pada bagian depan. Kaca depan pecah dan bodi ringsek. Empat penumpang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan di RSUD Panyabungan.

Korban luka meliputi sopir Maruli Cahyono yang mengalami luka robek pada wajah serta lecet pada bahu dan lengan. Tiga penumpang lainnya yakni Muhammad Ariansyah (15), Rahmad Kurniawan (15), dan Abdul Bais (15) juga mengalami luka ringan.

Publik Soroti Keselamatan Angkutan Umum di Jalur Santri

Peristiwa ini kembali memicu perhatian publik terhadap keselamatan transportasi angkutan umum di Madina. Sejumlah warga menilai perilaku sopir angkot yang kerap melaju dengan kecepatan tinggi masih sering ditemukan di lapangan.

Selain itu, praktik mengangkut penumpang melebihi kapasitas, termasuk penumpang yang duduk di atas kendaraan atau bergelantungan di pintu, juga masih terjadi, khususnya di jalur padat pelajar dan santri. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi dan membutuhkan pengawasan serta penertiban lebih ketat dari pihak terkait guna mencegah kejadian serupa terulang.

Bagikan
Sumber: sumut.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks