SUMATERA UTARA — Kepindahan ini bukan sekadar eksperimen. Pelatih ganda campuran pelatnas, Rionny Mainaky, menyebut permintaan awal justru datang dari Dejan yang ingin berpasangan dengan Apri. Setelah melalui diskusi dengan pelatih ganda putri Karel Mainaky, kepala pelatih, dan Kabid Binpres, permintaan itu akhirnya disetujui.
Modal Pengalaman dan Mental Juara Olimpiade
Rionny mengaku tak ragu dengan kemampuan Apri beradaptasi. Ia menilai basic ganda putri yang kuat menjadi modal berharga. "Di sini saya juga ingin pemain putrinya bisa kuat di belakang dan dia sudah ada modal," ujarnya dalam siaran pers Humas PP PBSI, Kamis (25/6).
Sejak Senin pekan lalu, Apri sudah bergabung dalam sesi latihan ganda campuran. Rionny memuji semangat dan fokus yang ditunjukkan atlet asal Sulawesi Tenggara itu. "Saya lihat keinginan, semangat dan fokusnya dia sangat baik," tambahnya.
Bukan Pasangan Coba-Coba, Target Langsung Tinggi
Rionny menegaskan pasangan Dejan/Apri bukanlah proyek jangka pendek. Ia menyebut Dejan bukan pemain sembarangan karena sudah pernah bersaing di level atas. "Jadi saya anggap kita punya peluang," tegasnya.
Ia juga mengingat pengalamannya mendampingi Apri dan Greysia Polii saat Olimpiade Tokyo. "Saya melihat bagaimana kerja kerasnya dia, fight-nya dia. Jadi sekarang ayo di sini kita lakukan sama-sama lagi seperti itu," harap Rionny.
Efek Domino: Bernadine Dapat Partner Baru
Keputusan ini otomatis mengubah komposisi pasangan ganda campuran lainnya. Bernadine Anindya Wardana, yang sebelumnya berpasangan dengan Dejan, kini akan dipasangkan dengan Verrell Yustin Mulia. Pasangan baru Verrell/Bernadine dijadwalkan debut pada Taipei Open 2026.
Rionny berharap kehadiran Apri bisa meningkatkan motivasi dan persaingan positif di sektor ganda campuran. "Dengan hadirnya Apri dengan semua pengalaman dan pencapaiannya, saya juga berharap bisa meningkatkan motivasi dan persaingan positif untuk pasangan-pasangan lainnya," pungkasnya.