MEDAN — Sebanyak 508 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah disalurkan Perum Bulog Kanwil Sumatera Utara kepada peternak ayam petelur. Penyaluran ini menyasar peternak skala kecil hingga menengah di tiga wilayah utama, yaitu Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, dan Kota Binjai.
"Kami sudah menyalurkan 508 ton jagung SPHP atau sekitar 45,52 persen dari total alokasi penyaluran jagung SPHP kepada peternak ayam mencapai 1.116 ton," ujar Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumatera Utara Budi Cahyanto di Medan, Jumat.
Penyaluran Bertahap untuk Jaga Stabilitas Harga Telur
Proses penyaluran jagung SPHP dilakukan secara bertahap. Bulog mengimbau para peternak agar segera mengambil jatah jagung SPHP yang tersedia di Gudang Bulog begitu stok pakan di kandang mulai menipis. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga kelangsungan produksi telur di tengah fluktuasi harga pakan.
"Untuk itu, kami mengimbau jika stok pakan ayam petelur itu habis segera mengambil jagung SPHP yang ada di Gudang Bulog tersebut," ujar dia.
Menurut Budi, program ini diharapkan mampu membantu peternak menekan ongkos produksi. Dengan biaya pakan yang lebih terkendali, harga telur ayam ras di tingkat konsumen diharapkan tidak melonjak dan tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Penyerapan Jagung Petani Capai 3.051 Ton
Di sisi hulu, Bulog Sumut juga gencar menyerap jagung dari petani lokal untuk menjaga stok. Hingga 25 Juni 2026, total penyerapan jagung di Sumatera Utara mencapai 3.051 ton. Jagung tersebut diserap dari sejumlah daerah sentra panen seperti Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Dairi.
Untuk mengoptimalkan serapan, Bulog Sumut melakukan sosialisasi dan memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan), jajaran Polri, serta pemerintah daerah setempat. Bulog menetapkan harga pembelian jagung di tingkat petani sebesar Rp5.500 per kilogram untuk kadar air 18-20 persen dan kandungan aflatoksin maksimal 50 ppb.