Pencarian

IHSG, Rupiah, dan Harga Emas Kompak Melemah di Awal Perdagangan, Pengamat Sumut Ungkap Penyebabnya

Selasa, 30 Juni 2026 • 17:06:31 WIB
IHSG, Rupiah, dan Harga Emas Kompak Melemah di Awal Perdagangan, Pengamat Sumut Ungkap Penyebabnya
IHSG dibuka melemah di level 5.801 pada awal perdagangan hari ini.

MEDAN — IHSG pada awal perdagangan dibuka melemah di level 5.801, berbanding terbalik dengan mayoritas bursa Asia yang menguat. Gunawan Benjamin mengatakan, pelaku pasar masih menunggu keputusan lembaga pemeringkat Standard & Poor's terkait peringkat utang Indonesia yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

"Investor masih mencermati keputusan Standard & Poor's terkait peringkat utang Indonesia. Faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa pergerakan pasar domestik cenderung tertahan," ujar Gunawan.

Rupiah Tertekan ke Rp17.850 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi tercatat melemah ke level Rp17.850 per dolar AS. Padahal, kinerja indeks dolar AS pada sesi perdagangan pagi justru cenderung melemah, yang seharusnya membuka peluang bagi rupiah untuk menguat.

Menurut Gunawan, tidak terdapat agenda ekonomi besar lainnya di kawasan Asia yang mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap pasar keuangan regional. Ia memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 5.750 hingga 5.835 sepanjang perdagangan hari ini, sedangkan rupiah berpotensi berada pada kisaran Rp17.800 hingga Rp17.870 per dolar AS.

Emas Terkoreksi Imbas Meredanya Ketegangan Geopolitik

Di pasar komoditas, harga emas dunia ikut mengalami tekanan. Emas ditransaksikan turun ke level US$3.968 per ons troy atau setara sekitar Rp2,3 juta per gram.

Gunawan menjelaskan, pelemahan harga emas dipicu oleh berlanjutnya pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat yang dinilai dapat meredakan ketegangan geopolitik global. Prospek membaiknya hubungan kedua negara itu berpotensi menurunkan tekanan inflasi global, sehingga mengurangi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.

"Data PMI China yang berada di atas level 50 memberikan sentimen positif bagi pasar saham di kawasan Asia. Mayoritas bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan pagi ini karena optimisme terhadap aktivitas manufaktur di negara tersebut," pungkas Gunawan.

Bagikan
Sumber: indexsumut.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks