SIMALUNGUN — Pencarian selama lebih dari sepekan terhadap Hermin Lasih Silalahi (78) berakhir duka. Nenek asal Huta I Ujung Raja itu ditemukan tak bernyawa di Parit Gajah Blok 2022 I, area perkebunan sawit PTPN IV Afdeling V Marihat, pada Sabtu (4/7/2026) sore.
Penemuan jasad berawal saat seorang warga bernama Wahyu Apriansyah sedang mengumpulkan tangkos sawit di lokasi sekitar pukul 15.00 WIB. Ia mencium bau tidak sedap yang kemudian mengarahkannya pada sesosok mayat. Kabar itu segera diteruskan ke keluarga korban yang sebelumnya sudah melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke Polsek Gunung Malela pada Senin, 29 Juni 2026.
Identifikasi Berdasarkan Pakaian dan Tas
Saljun Berutu, cucu korban, yang dihubungi langsung menuju lokasi. Ia mengenali jasad tersebut sebagai neneknya berdasarkan pakaian dan tas yang masih melekat di tubuh korban. “Berdasarkan pakaian dan tas yang dikenakan jenazah, Saljun Berutu mengenali bahwa jenazah tersebut merupakan neneknya, Hermin Lasih Silalahi,” ujar Kasi Humas Polres Simalungun, AKP Verry Purba, Sabtu malam.
Hasil Visum Luar: Tidak Ada Tanda Kekerasan
Personel Polsek Gunung Malela bersama Tim Inafis Polres Simalungun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolsek Gunung Malela, AKP Hengky Siahaan, memimpin langsung proses identifikasi di lokasi. Setelah olah TKP rampung, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Djasamen Saragih untuk penanganan lebih lanjut.
AKP Verry Purba menegaskan, berdasarkan hasil visum luar yang dilakukan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Tidak dijumpai adanya tanda-tanda kekerasan pada jenazah korban,” tegasnya.
Keluarga Bersikukuh Tolak Autopsi
Meski demikian, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Mereka telah membuat dan menandatangani surat pernyataan penolakan autopsi secara resmi sesuai prosedur yang berlaku. “Pihak keluarga menyampaikan penolakan terhadap autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan sesuai prosedur,” ujar AKP Verry Purba.
Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah keluar rumah untuk menghadiri sebuah pesta dan tidak kunjung kembali. Pencarian dilakukan pihak keluarga bersama warga selama beberapa hari sebelum akhirnya jasad ditemukan di parit perkebunan sawit.
Polisi Pastikan Situasi Kondusif
AKP Verry Purba menyebut situasi pascapenemuan jenazah dilaporkan aman dan kondusif tanpa ada gejolak di tengah masyarakat. Pihak Polsek Gunung Malela akan terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban hingga seluruh proses administrasi selesai. “Kami turut berduka cita dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tutupnya.