MEDAN — Sebanyak 27 kabupaten dan kota di Sumatera Utara masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam sepekan ke depan. Prediksi ini dirilis BMKG Wilayah I Medan untuk periode 6-13 Juli 2026, menyusul terdeteksinya gangguan atmosfer yang signifikan di barat Sumatera.
Daftar 27 Wilayah yang Harus Waspada
Ketua Tim Sistem Peringatan Dini Meteorologi (MEWS) BMKG Wilayah I, Martha Rosefina Manurung, merinci wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Cakupannya meluas dari pesisir timur hingga dataran tinggi dan kepulauan.
- Pesisir Timur: Deliserdang, Langkat, Batubara, Asahan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu Utara.
- Tapanuli Raya: Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal.
- Dataran Tinggi & Danau Toba: Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Toba, Simalungun.
- Perkotaan & Kepulauan: Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Pematangsiantar, Padangsidimpuan, Gunungsitoli, dan seluruh wilayah Kepulauan Nias.
Pemicu Cuaca: Siklon dan Belokan Angin
Martha menjelaskan bahwa kondisi atmosfer yang masih labil menjadi faktor utama. "Cuaca di Sumut umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat. Pada pagi hingga siang hari cuaca cenderung cerah hingga cerah berawan, namun pemanasan yang cukup signifikan dapat memicu pertumbuhan awan konvektif pada sore hingga malam hari yang berpotensi disertai angin kencang secara lokal," ujarnya dalam prospek cuaca mingguan, Senin (6/7/2026).
Pemicu utamanya adalah adanya arus siklonik di Samudera Hindia barat Sumatera. Siklon ini membentuk belokan angin (shearline) yang memanjang di atas wilayah Sumut, ditambah dengan gelombang atmosfer yang mendukung proses konvektif dan pembentukan awan hujan. Kombinasi ini membuat potensi hujan lebat lebih tinggi dari pekan sebelumnya.
Imbauan untuk Nelayan dan Warga di Bantaran Sungai
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, lereng bukit, serta tepian sungai untuk meningkatkan kewaspadaan. Hujan dengan intensitas lebat dalam durasi singkat berpotensi memicu banjir bandang dan tanah longsor. Nelayan di pesisir timur dan Kepulauan Nias juga diminta waspada terhadap peningkatan tinggi gelombang akibat arus siklonik di Samudera Hindia.
Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan tidak panik, namun tetap siaga menghadapi perubahan cuaca yang cepat, terutama pada sore hari.