PANYABUNGAN — Ribuan keluarga di Mandailing Natal masih menanti hunian layak. Pemerintah daerah memulai realisasi bertahap dengan 505 unit rumah pada tahun ini, yang tersebar dalam tiga tahap pengerjaan.
Rincian 505 Unit yang Dibedah Tahun Ini
Bupati Saipullah Nasution mengungkapkan, dari total 505 unit, sebanyak 185 unit akan dikerjakan pada tahap pertama. Selanjutnya, 153 unit masuk tahap kedua, dan 167 unit sisanya merupakan alokasi tambahan.
“Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam pembangunan tiga juta rumah, di mana dua juta di antaranya melalui skema bedah rumah dengan bantuan bahan bangunan,” kata Saipullah dalam sambutannya di Desa Darussalam.
Target 5.000 Rumah Hingga 2029
Pemerintah daerah tidak berhenti di 505 unit. Bupati menyebut pihaknya telah mengusulkan total 5.000 unit rumah untuk direalisasikan secara bertahap selama lima tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah, tahun ini disetujui 505 unit. Tahun depan direncanakan bertambah sekitar 700 unit lagi. Kami berharap target 5.000 unit dapat tercapai secara bertahap,” ujarnya.
Bukan Sekadar Bangun Fisik, Tapi Tingkatkan Martabat
Saipullah menegaskan, program BSPS tidak hanya berfokus pada perbaikan tembok dan atap rumah. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas hidup, martabat, dan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah di Mandailing Natal.
Ia juga mengingatkan keluarga penerima manfaat (KPM) agar merawat rumah yang telah direhabilitasi. “Dengan adanya bantuan ini, masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak, sehat, dan nyaman. Kami harap rumah yang telah dibangun dapat dijaga dan dirawat dengan baik,” katanya.
Dampak Langsung ke Warga
Program bedah rumah ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini tinggal di hunian tidak layak. Bantuan diberikan dalam bentuk stimulan bahan bangunan, bukan uang tunai, sehingga pembangunan rumah dikerjakan secara swadaya oleh penerima manfaat dan keluarganya.
Skema ini dinilai lebih efektif karena warga terlibat langsung dalam proses pembangunan, sekaligus memastikan material yang digunakan sesuai standar. Dengan total target 5.000 unit, Pemkab Madina optimistis tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah tidak layak pada akhir masa jabatan Bupati Saipullah.