AEKKANOPAN — Capaian program KB di Labuhanbatu Utara melampaui target dengan realisasi 126 persen. Angka ini menempatkan Labura di posisi empat besar se-Sumatera Utara.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Kerja KBKR BKKBN Provinsi Sumatera Utara Fifi Darviana dalam acara yang digelar di RSU Gunung Pamela Mambang Muda, Rabu (8/7/2026). Ia merujuk pada kinerja Dinas PPKB Labura yang dipimpin Erni Marlinda Napitupulu.
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Jadi Fokus
Dalam kesempatan itu, Fifi menjelaskan bahwa Metode Operasi Wanita (MOW) menjadi salah satu kontrasepsi jangka panjang yang diandalkan. Metode ini diperuntukkan bagi pasangan yang telah memutuskan untuk tidak menambah anak lagi.
"Seluruh peserta telah mendapatkan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) sebelum tindakan," kata Fifi.
Wabup: KB Bukan Sekadar Alat Kontrasepsi
Wakil Bupati Labura H Samsul Tanjung menegaskan bahwa program KB memiliki dimensi yang lebih luas. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya membangun keluarga berkualitas demi menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
"Pembangunan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga yang berkualitas akan melahirkan SDM yang mampu mendukung terwujudnya Labuhanbatu Utara Hebat, Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan," ujar Samsul.
Ia juga mengapresiasi Dinas PPKB Labura yang berhasil membawa nama kabupaten bermotto Basimpul Kuat Babontuk Elok itu bersaing di tingkat Sumut.
Kegiatan MOW Rangkaian Hari Jadi Labura ke-18 dan Harganas ke-33
Pelaksanaan MOW antara Dinas PPKB Labura dengan BKKBN Sumut ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi Labura ke-18 serta Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Kadis PPKB Labura Erni Malinda Napitupulu turut melaporkan jalannya kegiatan pada hari itu.